Saturday, October 24, 2026
Google search engine
HomeInternasionalPrancis Kerahkan 70 Ribu Polisi untuk Hadapi Aksi Protes Lanjutan

Prancis Kerahkan 70 Ribu Polisi untuk Hadapi Aksi Protes Lanjutan




Jakarta, CNN Indonesia —

Prancis bakal mengerahkan 70 ribu polisi untuk mengamankan aksi protes yang bakal berlangsung pada Sabtu (24/10) waktu setempat.

“Sekitar 70 ribu personel keamanan akan dikerahkan pada hari Sabtu,” ujar Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez dalam konferensi pers di Paris, Jumat (23/10), melansir AFP.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelombang demonstrasi baru diperkirakan akan terjadi di seluruh Prancis pada Sabtu. Di Orleans, diprediksi sekitar 20 ribu – 30 ribu orang akan turun ke jalan. Namun, unjuk rasa dilarang digelar di pusat kota.

BACA JUGA:   VIDEO: Serangan Israel di Beit Lahiya, 55 Warga Palestina Tewas

Sementara di kota Lyon, aksi protes juga tak boleh digelar di area pusat kota. Di Paris, pengunjuk rasa hanya diizinkan untuk berpawai di rute terbatas antara alun-alun Bastille dan Nation di bagian timur.

Berbagai pembatasan dan penurunan personel kepolisian tersebut menuai kritik. Amnesty International mengecamnya sebagai ‘kemerosotan menuju praktik otoriter’. Alih-alih mengamankan, Amnesty berpendapat, langkah tersebut justru berisiko membuat aksi protes berlangsung ricuh.

“Di negara yang diatur oleh supremasi hukum, polisi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa demonstrasi dapat berlangsung secara damai dan aman, serta melindungi masyarakat dari kekerasan,” ujar peneliti senior di Human Rights Watch, Eva Cosse.

BACA JUGA:   Xi Jinping Permak Militer China Jadi Paling Kuat di Dunia, Saingi AS

Aksi ini dimulai oleh unjuk rasa yang digelar oleh ribuan pelajar, yang memprotes carut marutnya kondisi pendidikan di Prancis. Namun, aksi itu dengan cepat memicu gerakan protes yang lebih luas dan menyebar ke seluruh negeri, didorong oleh kemarahan atas meningkatnya biaya hidup.

Macron sebelumnya sempat menemui perwakilan pelajar pada Jumat (23/10). Namun, para pelajar keluar dari pertemuan dan mendesak agar pelajar lain terus melakukan aksi protes hingga pemerintah mengeluarkan aksi konkret untuk menjawab tuntutan mereka.

Unjuk rasa ini juga sempat memicu aksi penjarahan, pembakaran, dan perusakan sejumlah fasilitas pada Sabtu pekan lalu. Sebanyak 217 orang telah ditangkap. Setengah di antaranya merupakan pelaku aksi penjarahan.

BACA JUGA:   Istri Eks PM Malaysia Bebas 12 Dakwaan Pencucian Uang

Macron sendiri telah menuduh kelompok sayap kiri ekstrem sebagai dalang di balik kerusuhan aksi protes tersebut. Ia menuduh kelompok sayap kiri ekstrem tengah berupaya menjatuhkan republik.

(asr)





Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER