Monday, September 28, 2026
Google search engine
HomeInternasionalPendukung Yoon Suk Yeol Serang Bus Polisi usai Putusan Pemakzulan

Pendukung Yoon Suk Yeol Serang Bus Polisi usai Putusan Pemakzulan




Jakarta, CNN Indonesia —

Massa pendukung Yoon Suk Yeol mulai ricuh setelah Mahkamah Konstitusi Korea Selatan resmi menyepakati dengan suara bulat pemakzulan presiden Korsel tersebut, Jumat (4/4).

Putusan MK membuat Yoon Suk Yeol resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden dan Korsel akan menggelar pemilihan presiden dalam waktu dua bulan ke depan. 

Menurut laporan Korea JoongAng Daily, Jumat (4/4), massa pendukung Yoon Suk Yeol mulai ricuh usai putusan selesai dibaca. Mereka memecahkan kaca jendela bus polisi yang dijadikan barikade di Stasiun Anguk, pusat kota Seoul.


BACA JUGA:   PM Lebanon Bersiap Gunakan Resolusi 1701, Minta Bantuan Pasukan PBB
-->


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi kemudian mulai merapatkan barisan di balik barikade untuk mencoba menenangkan massa pro-Yoon yang semakin sporadis.

Massa lalu ramai-ramai berhamburan dan bergerak menuju Gwanghwamun hingga Distrik Yongsan. Ada berbagai teriakan yang diserukan, termasuk umpatan kepada pemimpin Partai Demokrat Lee Jae-myung yang notabene rival Yoon Suk Yeol.

Mahkamah Konstitusi Korea Selatan (Korsel) resmi menerima pemakzulan Presiden Yoon Suk Yeol hari ini. Putusan sidang dibacakan Penjabat Ketua Moon Hyung-bae.

Delapan hakim MK mengesahkan keputusan pemakzulan Yoon imbas penerapan status darurat militer pada 3 Desember 2024.

BACA JUGA:   5 Potret Putri Leonor Sang Calon Ratu Spanyol, Pewaris Takhta yang Tengah Jalani Pendidikan Kemiliteran

“Presiden Yoon Suk Yeol dengan ini diberhentikan dari jabatannya,” kata Ketua Hakim Moon.

Yoon Suk Yeol sebelumnya dimakzulkan parlemen Korsel melalui pemungutan suara pada Desember 2024 usai mendeklarasikan status darurat.

Setelah voting, status pemakzulan itu masuk ke tahapan di Mahkamah Konstitusi. Sidang perdana Yoon digelar pada pertengahan Januari lalu.

Yoon juga seharusnya menghadapi pemeriksaan dari Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (CIO) terkait penyalahgunaan wewenang dan memimpin pemberontakan terkait deklarasi darurat militer.

Namun, Yoon mangkir dari panggilan mereka selama tiga kali. CIO lalu meminta Pengadilan Distrik Barat Seoul mengeluarkan surat perintah penangkapan dan penggeledahan.

(vws)


BACA JUGA:   Israel Umumkan Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Tewas

[Gambas:Video CNN]





Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER