Monday, May 20, 2024
Google search engine
HomeInternasionalIrak Sebut Penyerang Kedubes AS Terkait dengan Dinas Keamanan

Irak Sebut Penyerang Kedubes AS Terkait dengan Dinas Keamanan




Jakarta, CNN Indonesia

Kantor Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani menyatakan penyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad memiliki kaitan dengan dinas keamanan.

Diberitakan AFP, pemerintah Irak menyatakan serangan roket pada Jumat (8/12) lalu di Kedubes AS diluncurkan oleh orang-orang yang masih berhubungan dengan dinas keamanan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sayangnya, informasi awal mengindikasi bahwa beberapa dari mereka [penyerang] berhubungan dengan dinas keamanan tertentu,” demikian pernyataan kantor PM Irak, seperti dikutip AFP, Kamis (14/12).

Pemerintah Irak menegaskan bakal menelusuri semua pihak yang terlibat dalam serangan tersebut. Irak juga bersumpah akan mengadili seluruhnya.

BACA JUGA:   Rusia Resmi Ubah Operasi Militer jadi Perang di Ukraina, Ada Apa?

Pernyataan yang dikeluarkan oleh Mayor Jenderal Pasukan Khusus Yehia Rasool itu juga mengabarkan bahwa beberapa pelaku sejauh ini sudah ditangkap.

Namun tak ada informasi soal nama tersangka maupun dinas keamanan yang diyakini terkait dengan mereka.

Kendati begitu, seorang pejabat keamanan di Baghdad yang ingin anonim melaporkan 13 orang telah ditahan. Di antara terduga pelaku merupakan anggota pasukan keamanan.

Pada Jumat (8/12), dua rentetan roket menghantam kawasan Kedubes AS di Baghdad sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat.

Sirene peringatan roket pun memekik imbas serangan tersebut. Juru bicara Amerika Serikat meyakini roket-roket itu diluncurkan oleh milisi sokongan Iran di Irak.

Tak ada korban maupun kerusakan dalam insiden itu.

BACA JUGA:   Media Asing Soroti First Lady Prabowo usai Unggul versi Quick Count

Sejauh ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kedutaan yang dijaga ketat tersebut.

Pasukan AS sejak lama memang menjadi sasaran serangan kelompok milisi baik di Irak maupun Suriah.

Kelompok-kelompok pro-Iran selama ini mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan AS lantaran dukungan Washington kepada Israel.

Sebagian besar serangan diklaim dilakukan oleh Perlawanan Islam di Irak, sebuah kumpulan kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan kelompok Hashd al-Shaabi.

Serbuan terhadap pasukan AS pun semakin gencar setelah Israel meluncurkan agresi di Palestina, merespons serbuan Hamas 7 Oktober lalu.

Lebih dari 18.600 warga Palestina tewas imbas agresi. Mayoritas adalah anak-anak dan perempuan.

BACA JUGA:   Lawan Veto AS, Mesir Pakai Resolusi 377 Desak PBB Rapat soal Gaza Lagi

Bersambung ke halaman berikutnya…

(blq/bac)

[Gambas:Video CNN]






Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER