Wednesday, July 17, 2024
Google search engine
HomeNasionalFakta-fakta Terbaru Erupsi Gunung Marapi Sumbar

Fakta-fakta Terbaru Erupsi Gunung Marapi Sumbar

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, mengalami erupsi pada Minggu (3/12) sekitar pukul 14.54 WIB.

Erupsi ditandai dengan muntahan kolom abu berisi material vulkanik hingga 3.000 meter dari puncak kawah disertai suara gemuruh.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kantor SAR Kota Padang mencatat 75 pendaki berada di Gunung Marapi, Sumatera Barat saat terjadi erupsi.

CNNIndonesia.com telah merangkum sejumlah fakta terbaru terkait erupsi Gunung Marapi ini sebagai berikut:

Semua pendaki ditemukan

Polda Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan seluruh pendaki yang terjebak erupsi Gunung Marapi sudah ditemukan.

BACA JUGA:   Perjalanan Politik Nikson Nababan Menuju Gubernur Sumatera Utara

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Dwi Sulistyawan mengatakan satu korban terakhir sudah ditemukan oleh tim pada Rabu (6/12). Korban ini dinyatakan meninggal dunia.

“Tadi pagi dapat informasi yang satu ini sudah menuju ke rumah sakit, jadi berdasarkan data sudah lengkap 75,” kata Dwi dalam keterangan tertulis.

52 pendaki selamat, 23 meninggal dunia

Dari total 75 pendaki yang terdata berada di Gunung Marapi saat erupsi, tercatat ada 52 orang yang selamat. Di sisi lain, ada 23 pendaki yang dinyatakan meninggal dunia.

Wakapolda Sumatra Barat (Sumbar) Brigjen Edi Mardiyanto pun resmi menutup operasi pencarian korban erupsi Gunung Marapi sejak Rabu malam.

“Mulai malam ini seluruh tim yang ikut dalam operasi pencarian akan kembali ke satuan masing-masing,” kata Edi dilansir dari Antara.

Ia mengatakan penutupan operasi pencarian tersebut dikarenakan seluruh korban yang terdata di sistem booking online Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumbar telah ditemukan.

BACA JUGA:   Polda Jatim Selidiki Kasus Penembakan Relawan Prabowo-Gibran oleh Orang Tak Dikenal di Sampang

Seluruh korban meninggal telah dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Kota Bukittinggi guna pencocokan data (identifikasi) oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar.

Dugaan pelanggaran

Edi menduga ada unsur pelanggaran terkait pendakian ke Gunung Marapi yang menewaskan 23 orang akibat erupsi.

“Ada pelanggaran di sini,” kata Edi.

Atas dugaan pelanggaran itu, ia mengatakan polisi akan memeriksa pihak-pihak terkait, terutama yang menerbitkan izin kepada 75 orang pendaki.

Pemeriksaan tersebut akan mendalami proses penerbitan izin hingga terjadinya erupsi pada Minggu (3/12).

Polda Sumbar juga akan menggali soal larangan-larangan yang telah diterbitkan pihak berwenang terkait status level II (waspada) Gunung Marapi sejak 2011.

BACA JUGA:   Aktivis Laporkan Pj Wali Kota Yogyakarta ke Gubernur DIY hingga Ombudsman, Ini Alasannya

“Kenapa memberikan izin dan apa masalahnya. Kita akan mendalami apakah ada pelanggaran atau tidak,” ujarnya.

(yoa/pmg)

[Gambas:Video CNN]




Source link

BERITA TERKAIT
spot_img

BERITA POPULER