Thursday, September 10, 2026
Google search engine
HomeInternasionalSuriah Marah Besar Netanyahu Masuk Wilayah Negaranya Tanpa Izin

Suriah Marah Besar Netanyahu Masuk Wilayah Negaranya Tanpa Izin




Jakarta, CNN Indonesia

Pemerintah Suriah mengutuk keras kunjungan ilegal Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu usai menginjakkan kaki di Surah selatan pada Rabu (9/9).

Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan tindakan Netanyahu provokatif dan melanggar kedaulatan negara ini.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Republik Arab Suriah mengutuk keras masuknya Perdana Menteri pendudukan Israel Benjamin Netanyahu secara ilegal ke wilayah Suriah dan kunjungannya ke Gunung Hermon,” demikian pernyataan Kemlu Suriah, dikutip Times of Israel.

“[Ini] tindakan provokatif dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Republik Arab Suriah serta hukum internasional,” lanjut mereka.

BACA JUGA:   7 Langkah 'Radikal' MbS Kurangi Pengaruh Wahabi-Salafi di Saudi

Pada Rabu, Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengunjungi pos militer IDF di Gunung Hermon, wilayah Suriah selatan. Kunjungan ilegal itu bertepatan dengan Rosh Hashanah atau Tahun Baru Yahudi.

Dalam kegiatan ini, dia mengeklaim Israel memegang kondisi mutlak atas Gunung Hermon. “Pada malam Rosh Hashanah kami berada di puncak Gunung Hermon,” ungkap Netanyahu.

“Damaskus ada di sini, Lebanon ada di sana, Dataran Tinggi Golan ada di sana, dan kami menguasai dari Puncak Hermon hingga Sungai dan dari sini hingga Laut Mediterania penguasaan mutlak yang belum pernah terjadi sebelumnya,”imbuh dia.

Netanyahu lantas menekankan Israel kini punya tugas baru yakni menghancurkan Iran. Melalui kunjungan tak sah itu pula, Israel ingin mengirim pesan yang jelas ke Suriah bahwa mereka tidak akan pernah mundur.

BACA JUGA:   Pelaku Pakai Kacamata Pintar Meta Rencanakan Serangan di New Orleans

Israel dan Suriah saling bermusuhan sejak Tel Aviv menduduki Dataran Tinggi Golan pada 1967. Damaskus berusaha merebut kembali tetapi gagal.

PBB kemudian membentuk zona demarkasi yang diawasi pasukan perdamaian untuk memisahkan kedua militer negara itu di wilayah tersebut. Namun, Israel kerap melanggar perjanjian dan sering menyerang Suriah.

(isa/dna/bac)





Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER