Saturday, June 15, 2024
Google search engine
HomeInternasionalPBB Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Rp643 T dan 16 Tahun

PBB Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Rp643 T dan 16 Tahun




Jakarta, CNN Indonesia

PBB memperkirakan rekonstruksi Gaza pascaperang memerlukan upaya internasional begitu besar dan belum pernah dilakukan sejak Perang Dunia II. Mereka memperkirakan biayanya mencapai US$40 miliar setara Rp643,57 triliun (US$1=Rp16.089,35).

Angka tersebut diperkirakan PBB untuk biaya rekonstruksi sebagian besar wilayah Gaza yang kini telah menjadi puing-puing abu setelah menghadapi gempuran dahsyat Israel yang semakin parah sejak 7 Oktober 2023.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Skala kehancurannya sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah misi yang belum pernah ditangani komunitas global sejak Perang Dunia II,” kata Asisten Sekjen PBB Abdallah al-Dardari di Amman, Kamis (2/5).

BACA JUGA:   VIDEO: Potret Pilu Warga Gaza Dari Balik Kamera Media Barat

“72 persen dari seluruh bangunan tempat tinggal telah hancur sepenuhnya atau sebagian,” tuturnya seperti diberitakan AFP.

Terpisah, Reuters memberitakan sekitar 80 ribu rumah telah hancur dalam konflik berkepanjangan. PBB memperkirakan pembangunan kembali rumah-rumah itu bisa berlangsung hingga 2040 apabila gencatan senjata disepakati.

[Gambas:Video CNN]

Pembangunan 6 tahun disebut skenario paling baik apabila pengiriman material konstruksi dikirimkan lima kali lebih cepat daripada krisis Gaza pada 2021.

Namun, berdasarkan perhitungan Program Pembangunan PBB, Gaza memerlukan “kira-kira 80 tahun untuk memulihkan seluruh rumah yang hancur.”

Rekonstruksi disebut menjadi lebih sulit dengan adanya sejumlah besar persenjataan yang belum meledak. Menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza itu bisa memicu “lebih dari 10 ledakan setiap minggunya.”

BACA JUGA:   Upaya Palestina Jadi Anggota Tetap PBB Bisa Kembali Terjegal Veto AS

Waktu yang lama itu juga berdasarkan asumsi laju rekonstruksi konflik-konflik di Gaza yang sebelumnya.

Gaza semakin luluh lantak ketika Israel membalas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang disebut menewaskan 1.170 warganya. Mereka juga memperkirakan 129 tawanan yang ditangkap Hamas dan 34 di antaranya tewas.

Namun, serangan balasan Israel terhadap Hamas telah menewaskan sedikitnya 34.596 orang di Gaza, sebagian besar perempuan dan anak-anak, menurut kementerian kesehatan wilayah yang dikelola Hamas.

Banyak negara, termasuk AS, kini tengah mendesak Israel dan Hamas untuk segera menyepakati usulan gencatan senjata serta pembebasan sandera.

(AFP/chri)

BACA JUGA:   VIDEO: Netanyahu: Sekutu Kita Lupa Ingatan soal Serangan 7 Oktober





Source link

BERITA TERKAIT
spot_img

BERITA POPULER