Angin kencang dan banjir parah melanda wilayah tengah China serta sejumlah daerah sekitarnya pada Selasa (7/7).
Cuaca ekstrem yang dipicu Topan Maysak sejak Senin membuat Presiden China, Xi Jinping, mengeluarkan perintah darurat untuk mempercepat penanganan bencana.
Ia meminta pemerintah daerah segera mengevakuasi warga terdampak serta memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan bencana guna meminimalkan risiko korban
Hingga Senin malam, Topan Maysak dilaporkan menewaskan sedikitnya dua orang di wilayah Guangxi serta 48.000 warga telah dievakuasi akibat banjir dan cuaca buruk.

