Pasar saham Indonesia tertekan, IHSG turun 11,71% YtD. Saham blue chips murah, meski fundamental kuat. Sentimen negatif dari geopolitik dan ekonomi global mempengaruhi.
Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham Indonesia mengalami beragam tekanan sejak awal tahun. Hal ini membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) secara year to date (YtD) telah terpangkas 11,71% ke 7.634 per penutupan pasar Jumat (17/4/2026). IHSG memang telah menguat dalam sepekan terakhir, namun momentum rebound ini dihadang oleh sentimen negatif penutupan kembali jalur Selat Hormuz.
Sementara itu, koreksi IHSG sejak awal tahun turut membuat valuasi saham-saham blue chips menjadi relatif murah. Sejalan dengan lesunya indeks komposit, indeks LQ45 dan IDX80 masing-masing telah terkoreksi 10,36% YtD dan 10,85% YtD. Padahal, secara fundamental sejumlah konstituen mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang 2025, walau sebagian juga ada yang mengalami koreksi.

