Krisis hunian di Jakarta diperparah oleh urbanisasi, harga tanah tinggi, dan daya beli lemah, memaksa pergeseran ke hunian vertikal dan sewa.
Bisnis.com, JAKARTA – Krisis hunian di Jakarta kian mengkhawatirkan seiring lonjakan urbanisasi, tingginya harga tanah, dan melemahnya daya beli masyarakat yang membuat kepemilikan rumah semakin sulit dijangkau, bahkan bagi kelas menengah.
Persoalan ini tidak lagi sekadar soal kekurangan pasokan rumah, melainkan telah menjadi masalah struktural akibat ketimpangan harga lahan, kebijakan hunian yang belum efektif, hingga perubahan pola hidup masyarakat urban yang kini semakin bergantung pada sistem sewa dan hunian vertikal.

