Thursday, April 16, 2026
Google search engine
HomeEkonomi BisnisPemerintah Mulai Tawarkan ORI028 Besok Senin (29/9), Bagaimana Proyeksi Permintaan Pasar?

Pemerintah Mulai Tawarkan ORI028 Besok Senin (29/9), Bagaimana Proyeksi Permintaan Pasar?



Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan mulai membuka penawaran instrumen Obligasi Negara Ritel seri ORI028 mulai besok, Senin, (29/9/2025). Permintaan pasar atas produk SBN ritel ini dinilai akan menurun.

Berdasarkan informasi dari sejumlah mitra distribusi (midis), ORI028 akan mulai ditawarkan pada 29 September hingga 23 Oktober 2025. ORI028 dibagi menjadi dua tenor, yaitu ORI028T3 dengan tenor 3 tahun, dan ORI028T6 dengan tenor 6 tahun. Kedua ORI ini menawarkan fixed coupon.

Untuk ORI028T3 dengan tenor 3 tahun, pemerintah akan memberikan kupon sebesar 5,35% per tahun. Sementara itu, untuk ORI028T6 dengan tenor 6 tahun, akan diberikan kupon sebesar 5,65% per tahun.

Investment Analyst Capital Asset Management Martin Aditya mengatakan ada potensi penurunan minat investor atas penerbitan SBN ritel yang baru ini. “Saya rasa akan menurun permintaannya, kuponnya saja ternyata turun drastis. Biasanya enggak sedalam itu secara historical beberapa bulan kemarin. Akan tetapi, hal ini mencerminkan tren penurunan suku bunga yang sangat kuat,” kata Martin kepada Bisnis pada Minggu (28/9/2025).

Apabila mengacu ORI seri sebelumnya yakni ORI027 misalnya, memiliki kupon di atas ORI028 yakni sebesar 6,65–6,75%. Sementara itu, pada bulan ini atau sebelum pemerintah menerbitkan ORI028, Bank Indonesia (BI) telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. The Fed pun memangkas Fed Fund Rate ke level 4,00%–4,25% dalam FOMC bulan ini.

BACA JUGA:   Hilgers dan Reijnders Tertawa Usai China Tuduh Naturalisasi Tak Sah

“Walaupun tidak bisa diprediksi kapan akan cut lagi, namun di sisa 3 bulan ini minimal ada potensi cut 1 kali, baik The Fed atau BI,” ujar Martin.

Di sisi lain, ke depan lanjut Martin masih terdapat peluang pasar SBN ritel, di antaranya ketidakpastian ekonomi. Namun, terdapat pula tambahan tantangan di pasar SBN ritel selain kupon yang kecil, di antaranya return yang kompetitif di reksadana pendapatan tetap dan pasar uang.

Selain itu, flow di pasar SBN ritel tidak begitu deras. Asumsinya, investor ritel lagi mencoba masuk ke saham atau reksadana saham, ETF, atau reksadana indeks.

Head of Fixed Income PT Anugerah Sekuritas Indonesia Ramdhan Ario Maruto sebelumnya menilai bahwa penjualan ORI028 masih akan positif ke depannya. Terlebih jika Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) memberikan pemanis bagi produk ini, seperti pajak yang lebih rendah hingga menggencarkan sosialisasi mengenai zero risk product. 

BACA JUGA:   Top 3 Sports: Media Korea Sorot Timnas Indonesia U-17, Arhan 2 Assist

Ramdhan memberikan contoh ihwal pajak SBN ritel sebesar 10% dari penghasilan atas kupon SBN. Hal itu dinilai mampu menjadi pemanis dibandingkan dengan pajak deposito bank di level 20%.

“Menurut saya sih penjualan ORI028 masih positif. Saya tidak pernah mempermasalahkan produknya, cuma kadang kupon yang ditawarkan menahan masyarakat [untuk berinvestasi],” tambahnya.

Sebagai informasi, instrumen ORI028 merupakan obligasi ritel ketujuh yang diterbitkan DJPPR Kemenkeu pada tahun ini. ORI028 meluncur setelah Sukuk Ritel seri SR023 ditutup penawarannya pada 15 September 2025. 

Sebelumnya, Plt. Direktur Surat Utang Negara DJPPR Novi Puspita Wardani menerangkan, pemerintah masih cukup yakin terhadap penjualan instrumen investasi ORI028, mampu diserap oleh pasar. Meski begitu, ORI028 bakal menghadapi tantangan tren penurunan suku bunga BI atau BI Rate yang saat ini bertengger di level 4,75%.   

BACA JUGA:   Presiden PKS Ajak Kaesang PSI Dukung Anies-Sohibul di Pilgub Jakarta

Selain dari potensi kupon yang diberikan, ORI028 dinilai bakal mendapatkan berkah dari momentum jatuh tempo ORI022 pada 15 Oktober mendatang. Produk yang diterbitkan pada 26 September 2022 dinilai bakal terinvestasi kembali ke ORI028.  

“Oleh karena itu dari sisi minat investor, kami optimis minat masyarakat terhadap ORI028 tetap positif, sejalan dengan tren pertumbuhan jumlah investor ritel dan semakin kuatnya kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan,” katanya kepada Bisnis.

Selain itu, dia menilai ORI028 juga memiliki keunggulan, seperti dapat diperdagangkan di pasar sekunder, hingga risiko yang relatif kecil dibandingkan instrumen investasi lainnya. Dia menerangkan, penerbitan ORI028 oleh DJPPR juga sebagai bentuk pembiayaan APBN dan pendalaman pasar SBN domestik. Nantinya, ORI028 akan ditawarkan melalui dua tenor, yaitu 3 tahun dan 6 tahun untuk menyesuaikan profil risiko dan keinginan investasi pasar.  

“Karakteristik ORI sebagai zero risk instrument dengan tenor yang sesuai dengan horizon investasi dari investor ritel akan menjadi faktor penting ketertarikan investor ritel terhadap ORI,” ujar Novi. 



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER