Saturday, June 15, 2024
Google search engine
HomeNasionalSYL Usai Diperiksa BPK: Saya Tidak Bisa Beri Keterangan

SYL Usai Diperiksa BPK: Saya Tidak Bisa Beri Keterangan


Jakarta, CNN Indonesia

Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan tidak bisa memberikan keterangan usai diklarifikasi BPK terkait kode etik auditornya.

SYL yang menjadi terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada BPK.

“Tanya pemeriksanya ya. Saya enggak bisa kasih keterangan. Makasih ya adikku, semuanya terima kasih adik. Maaf,” ujar SYL di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (17/5) siang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, penasihat hukum SYL mengatakan pihaknya tidak mempunyai kapasitas untuk menjelaskan proses yang baru saja dijalani. Senada dengan SYL, ia meminta hal itu ditanyakan kepada tim pemeriksa.

BACA JUGA:   Bupati Kediri Pastikan PMT Dikonsumsi Anak, Bukan Orangtua

“Kalau ini beliau hanya memberikan keterangan. Jadi, sebetulnya kami tidak punya kapasitas untuk memberikan keterangan terkait ini,” kata dia.

Sebelumnya, KPK memfasilitasi BPK untuk memeriksa SYL berkaitan dengan penanganan kode etik auditor yang diduga meminta uang demi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Kementerian Pertanian (Kementan).

Pada Kamis (16/5), BPK juga telah memeriksa dua orang anak buah SYL di Kementan yaitu Kasdi Subagyono dan Muhammad Hatta.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (8/5), Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Hermanto menyampaikan auditor BPK pernah meminta uang sebesar Rp12 miliar agar kementerian tersebut mendapat predikat WTP pada 2022.

BACA JUGA:   Prediksi Tim yang Terdegradasi dari BRI Liga 1 2023/2024, Ada Mantan Juara Bertahan

“Permintaan itu untuk disampaikan kepada pimpinan, untuk nilainya kalau enggak salah saya diminta Rp12 miliar untuk Kementan,” kata Hermanto Rabu lalu.

Awalnya jaksa bertanya soal auditor BPK yang selama ini memeriksa Kementan sebelum predikat WTP diberikan. Hermanto lalu mengaku kenal dengan auditor bernama Victor yang melakukan pemeriksaan langsung di Kementan.

Ia juga mengaku kenal dengan Haerul Saleh yakni Ketua Akuntan Keuangan Negara IV alias atasan Victor. Dalam proses pemeriksaan, Hermanto mengatakan auditor BPK memperoleh temuan. Meski tak banyak, tapi jumlahnya besar terutama terkait proyek food estate.

“Yang menjadi concern itu yang food estate, yang sepengetahuan saya ya pak, yang besar itu food estate kalau enggak salah saya dan temuan-temuan lain. Tapi, yang pastinya secara spesifik saya enggak hafal,” ucap Hermanto.

BACA JUGA:   Top Nasional: Guru Besar dan Mahasiswa Siap Turun ke Jalan Protes Kemunduran Demokrasi, Penolakan Pengusuran di IKN

SYL didakwa melakukan pemerasan hingga mencapai Rp44.546.079.044 dan gratifikasi dianggap suap sejumlah Rp40.647.444.494 selama periode 2020-2023.

Tindak pidana itu dilakukan SYL bersama-sama dengan dua terdakwa lainnya yaitu Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono dan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Muhammad Hatta.

SYL juga diproses hukum KPK atas kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus tersebut masih bergulir di tahap penyidikan.

(ryn/fra)

[Gambas:Video CNN]



Source link

BERITA TERKAIT
spot_img

BERITA POPULER