AKTOR senior Slamet Rahardjo meraih penghargaan Seumur Hidup dalam Festival Film Tempo 2025 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 26 Januari 2026. Penghargaan itu didapatkannya seiring dengan apresiasi tahunan yang diselenggarakan Tempo terhadap insan sinema yang selama 2025 melahirkan karya-karya beragam.
Pengumuman pemberian penghargaan itu dibacakan oleh Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan aktor sekaligus sutradara Reza Rahadian. “Orang tak pernah berhenti bekerja di dunia film dan menjadikan film sebagai pilihan hidup. Mereka terus menjalani proses itu dari waktu ke waktu,” kata Susi.
Reza Rahadian meneruskan, bahwa penghargaan ini diberikan kepada seorang tokoh yang selama bertahun-tahun menjadi bagian perfilman Indonesia. “Film-filmnya telah turut menggerakkan perfilman nasional dan bahkan menginspirasi sineas muda,” tuturnya.
55 Tahun Berkarya
Setelah diumumkan dan Slamet menaiki atas panggung lalu menuju mikrofon, ia membuka pernyataannya dengan memberi tahu kepada penonton usianya yang telah menginjak 77 tahun pada 21 Januari 2026. “Saya memulai film sudah 55 tahun. Saya mencintai film dan saya berterima kasih karena film pun mencintai saya. Buktinya ini, ternyata dibukakan pintu bagi saya sehingga saya tetap di film dan saya harus mencintainya,” kata dia, lalu meninggalkan panggung.
Aktor Slamet Rahardjo meraih Penghargaan Seumur Hidup dalam Festival Film Tempo di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 26 Januari 2026. Tempo/Charisma Adristy
Slamet Rahardjo salah satu seniman dan aktor yang banyak menghiasi perfilman Indonesia. Akting-aktingnya mulai dikenali masyarakat lewat film-film garapan Teguh Karya seperti Cinta Pertama dan Badai Pasti Berlalu. Dalam film-film bersama Teguh Karya, Slamet kerap kali beradu akting dengan Christine Hakim, di malam yang sama mendapatkan penghargaan Aktris Pendukung Pilihan Tempo untuk perannya sebagai Bu Maya di film Pangku.
Karier Slamet di dunia seni dimulai pada 1968 ketika ia bergabung dengan Teater Populer, sebuah grup teater yang dipimpin oleh Teguh Karya. Melalui Teater Populer, Slamet mempelajari berbagai aspek akting dan panggung, dan membangun fondasi kuat untuk karier layar lebar.
Debut filmnya dimulai pada 1971 lewat film Wajah Seorang Laki-Laki karya Teguh Karya. Setelah itu, kariernya berkembang pesat dengan terlibat di banyak film pada era 1970-an.

