Thursday, April 3, 2025
Google search engine
HomeInternasionalSelamatkan Lansia, Sugiyanto Bisa Dapat Visa Jangka Panjang Korsel

Selamatkan Lansia, Sugiyanto Bisa Dapat Visa Jangka Panjang Korsel




Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Kehakiman Korea Selatan sedang mempertimbangkan pemberian status penduduk tetap jangka panjang (long-term residency) kepada Sugiyanto, nelayan WNI yang menyelamatkan penduduk desa saat terjadi insiden kebakaran hutan di Gyeongbuk pada 25 Maret lalu.

Dikutip dari All Kpop, menurut pejabat di kementerian tersebut, Wakil Menteri Kehakiman Kim Seok Woo telah menginstruksikan untuk meninjau pemberian status penduduk tetap jangka panjang (F-2) bagi nelayan berusia 31 tahun itu.

Berdasarkan Undang-Undang Pengawasan Imigrasi, Menteri Kehakiman Korsel bisa mengizinkan Visa F-2 kepada individu yang berkontribusi signifikan bagi Korea Selatan atau telah memajukan kepentingan publik.

BACA JUGA:   Israel Tuding Ada Terowongan Komando Hamas di Bawah Markas UNRWA Gaza



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pemegang Visa F-2 bisa tinggal lebih dari 90 hari dan biasanya diberikan pada warga negara asing yang menikah dengan warga Korea Selatan, atau mereka yang telah berinvestasi lebih dari $500.000 dalam suatu bisnis, dan telah tinggal di Korea Selatan selama lebih dari tiga tahun.

Persyaratan untuk memperoleh visa ini ketat. Diperkirakan, keputusan mengenai pemberian Visa F-2 ini akan keluar dalam waktu 1-2 minggu.

Sugiyanto menjadi pahlawan karena mengevakuasi warga di Desa Chuksan-myeon, Korea Selatan yang dilanda kebakaran hutan.

BACA JUGA:   FOTO: Ledakan Guncang Hotel Bersejarah di Texas, 21 Tewas

Saat kobaran api mulai masuk ke desa, Sugiyanto bersama dengan kepala desa, Yoo Myung Shin, berteriak mengingatkan dan memandu warga desa untuk evakuasi.

Sekitar Pukul 11 malam, keduanya berlarian dari rumah ke rumah membangunkan warga yang masih tertidur, meminta mereka untuk menyelamatkan diri.

Ia bersama dengan Yoo Myung Shin membopong warga lanjut usia di punggung mereka, berlari sekitar 300 meter ke titik aman.

Desa itu terletak di lereng pantai, membuat para lansia kesulitan untuk melarikan diri dengan cepat. 

(vws/vws)


[Gambas:Video CNN]





Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER