GUBERNUR Jakarta Pramono Anung mengatakan penanganan parkir liar membutuhkan sikap tegas pemerintah daerah dan dukungan aparat penegak hukum. Langkah itu juga harus disertai upaya membuka lapangan kerja agar praktik serupa tak terus berulang.
“Penanganan parkir liar yang ada di Jakarta, membutuhkan sikap tegas dari pemerintah dan juga aparat penegak hukum, sehingga dengan demikian ada operasi dan sebagainya,” kata Pramono saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat, 20 Februari 2026.
Ia mengatakan penindakan tidak hanya mengandalkan operasi aparat, tetapi juga dibarengi upaya membuka lapangan kerja yang lebih luas. Menurut dia, pemerintah daerah perlu menghadirkan solusi jangka panjang agar praktik parkir liar tidak terus berulang.
“Sebagai Gubernur tentunya juga memikirkan untuk bisa membuka lapangan kerja yang lebih luas. Saya harapkan momentum ekonomi dunia juga tidak banyak mengalami perubahan sehingga kami bisa membuka ruang peluang untuk lapangan kerja,” ujar dia.
Pramono mencontohkan pembangunan sejumlah ruang publik yang digarap tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menyebut proyek di Taman Semanggi dan Bendera Pusaka dilakukan melalui kemitraan dengan sektor swasta.
Politikus PDIP itu mengatakan, dirinya telah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan penertiban terhadap parkir liar. Ia juga meminta petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau yang dikenal sebagai pasukan oranye untuk mendukung penindakan di lapangan.
Adapun pantauan Tempo, Kamis, 15 Mei 2025 sekitar pukul 13.14 WIB, beberapa orang terlihat dengan berani di tengah jalan mengadang truk sambil menadah tangan. Dengan jalan rada sempoyongan, mereka memintai uang dari pengemudi truk yang lewat.
Sementara di Jalan Kebon Jati, sejumlah kendaraan terparkir di pinggir jalan. Tepatnya di pecahan jalan menuju Jalan Jembatan Tinggi.
Beberapa orang bersiaga di sekitaran trotoar. Mobil yang melalui jalan itu ditawari parkir. Jika ada yang tertarik, terjadi transaksional di awal. Setelah itu kelompok orang itu pergi meninggalkan kendaraan terparkir. Tak ada yang secara terang-terangan menjaga mobil-mobil itu. Selain mobil, parkir liar motor juga terlihat di pinggir jalan.
Pilihan Editor: Berapa Potensi Kehilangan Pendapatan Akibat Parkir Liar di Jakarta

