Monday, March 4, 2024
Google search engine
HomeNasionalPrabowo Sindir Anies Baswedan: Lupa Pernah Jadi Gubernur karena Demokrasi

Prabowo Sindir Anies Baswedan: Lupa Pernah Jadi Gubernur karena Demokrasi

TEMPO.CO, Jakarta – Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menyinggung seseorang yang lupa pernah menjadi gubernur melalui proses demokrasi. Dalam debat capres, mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengkritik proses demokrasi yang tidak dipercayai rakyat.

Prabowo mengakui demokrasi di Indonesia memiliki banyak kekurangan. Namun, dia mengatakan demokrasi tetap berjalan. “Ada yang menjadi gubernur lupa karena demokrasi,” ucapnya di hadapan relawan Kopi Pagi, seperti dipantau melalui kanal YouTube Total Politik Sabtu 16 Desember 2023.

Menjadi gubernur, menurut Prabowo, merupakan bukti demokrasi berjalan. “Yang usung oposisi lagi,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu. Dia mengatakan pihaknya terpaksa menyindir seseorang. Dia lalu meminta persetujuan relawan untuk menyampaikan sindiran itu.

BACA JUGA:   Veda Ega: Dulu Latihan di Pasar Sapi, Kini Berpotensi ke MotoGP

Kalau demokrasi tidak berjalan, menurut Prabowo, dia tidak mugkin berdiri di podium saat itu. Dia mengatakan demokrasi mencakup hak menyatakan pendapat. “Pendapat saya, dengan segala kekurangan, Indonesia memiliki demokrasi,” tuturnya.

Dia mengungkit para pemimpin dari berbagai tingkatan yang mengalami rotasi melalui proses demokratis. Dia mengatakan, para presiden yang dituduh diktator juga pada akhirnya turun dengan baik. “Kita punya demokrasi, walaupun tidak sempurna,” ujarnya.

Dalam debat capres, Prabowo Subianto, menyinggung pencalonan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta enam tahun silam. Pernyataan itu dia sampaikan dalam debat perdana calon presiden di Komisi Pemilihan Umum atau KPU, Jakarta, Selasa, 12 Desember 2023.

Awalnya, Anies merespons pertanyaan moderator tentang cara membenahi tata kelola partai politik. Anies mengatakan, masalah demokrasi bukan hanya partai politik. Rakyat, kata dia, saat ini justru tidak percaya kepada proses demokrasi yang sedang berlangsung.

BACA JUGA:   PDIP Jelaskan Perbedaan Dukungan IKN Kubu Ganjar-Mahfud dan Prabowo-Gibran

Anies mengatakan, dalam membicarakan demokrasi ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama ada kebebasan berbicara, kedua oposisi yang bebas untuk mengkritik pemerintah. “Ketiga adanya proses Pemilu dan Pilpres yang netral, transparan, jujur, adil,” kata Anies dalam debat malam ini, Selasa 12 Desember 2023.

Iklan

Menurut Anies, saat ini kebebasan berbicara dan oposisi yang bebas mengalami masalah. “Kita menyaksikan bagaimana kebebasan berbicara menurun, termasuk mengkritik partai politik,” kata dia. Serta indeks demokrasi, kata dia, menurun. Ada juga pasal-pasal yang digunakan secara karet kepada pengkritik, misalnya Undang-Undang ITE.

Prabowo mengatakan, Anies agak berlebihan atas keluhannya tentang kondisi demokrasi hari ini. “Mas Anies, Mas Anies,” ucapnya, disambut sorakan para pendukungnya.

BACA JUGA:   Polda Jatim Selidiki Kasus Penembakan Relawan Prabowo-Gibran oleh Orang Tak Dikenal di Sampang

Dia mengatakan, jika Presiden Joko Widodo atau Jokowi seorang diktator, Anies tidak akan terpilih sebagai gubernur.

Setelah menyampaikan jawaban itu, Prabowo berjoget dengan menjulurkan kedua tangannya ke kiri dan ke kanan. Aksi itu mengundang sorak-sorai para pendukungnya di tribun penonton.

HAN REVANDA PUTRA

Pilihan Editor: Gerindra Ungkit Utang Budi Anies di Pilgub DKI, Timnas Amin Bilang Begini



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER