Saturday, March 2, 2024
Google search engine
HomeBatamPenampungan PMI Ilegal di Bengkong Digerebek Polisi, 1 Orang Ditangkap

Penampungan PMI Ilegal di Bengkong Digerebek Polisi, 1 Orang Ditangkap

BATAMINSTA.COM – Aparat Polsek Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau menggerebek lokasi yang diduga dijadikan sebagai tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia ilegal (PMI).

Dari penampungan, polisi menemukan satu orang calon PMI dan seorang tersangka calo atau makelar yang hendak mengirim para PMI ke negara Malaysia.

Penampungan yang ada di kawasan Bengkong Sadai tersebut, petugas mengamankan seorang wanita muda berumur 20 tahun yang akan dikirim sebagai PMI ilegal.

Selain itu, petugas juga mengamankan seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial FF alias M (40 tahun) yang mengurus dan memberangkatkan PMI tanpa bekal dokumen perjalanan lintas negara yang resmi atau secara ilegal.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto melalui Kapolsek Bengkong, Iptu Muhammad Rizqy Saputra mengatakan, tersangka FF alias M mengaku sudah beberapa kali menampung dan memberangkatkan PMI secara ilegal ke Malaysia. Para calon PMI berada di penampungan, sambil menunggu proses keberangkatannya melalui pelabuhan resmi.

BACA JUGA:   BPRS Mojo Artho di Mojokerto Ditutup, Nasabah Diimbau Lakukan Ini

“Dari pengungkapan ini, kami menahan 1 orang tersangka dengan seorang korban perempuan yang diketahui berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Pengakuan pelaku sudah beberapa kali memberangkatkan PMI ke Malaysia secara ilegal, sejak 2019,” ujarnya, Jumat (16/6/2023).

Pengungkapan ini, kata Rizqy, diawali dengan adanya laporan informasi yang diterima polisi tentang adanya tempat penampungan PMI ilegal yang terindikasi menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kompleks Nitinegara, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, pada Kamis kemarin.

Atas laporan tersebut, lanjut Rizqy, Unit Reskrim Polsek Bengkong melakukan penyelidikan dan pendalaman. Pelaku menjanjikan calon korban yang dikirim untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga (ART) ilegal di Malaysia lewat Batam melalui pelabuhan resmi sebagai rencana transitnya.

BACA JUGA:   Janji Joe Biden Usai Tentara AS Tewas Diserang Drone Bunuh Diri Di Yordania

“Dari penangkapan ini, FF atau M berperan sebagai pemberi fasilitas tempat penampungan, tiket pesawat dari Palembang-Batam, penyedia kebutuhan calon PMI ilegal, pengurus atau penanggungjawab keberangkatan dan perekrut,” bebernya.

Kini, terduga pelaku itu telah ditahan di Mapolsek Bengkong. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa ponsel (HP), lembaran booking tiket dari Palembang-Batam, dokumen pemesanan tiket travel dan lainnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 Juncto (Jo) Pasal 83 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp15 miliar. (mrn)

BACA JUGA:   Barcelona Dipermalukan Girona di Derbi Katalan, Frenkie de Jong Pasrah Dihujat
BERITA TERKAIT

BERITA POPULER