Saturday, June 15, 2024
Google search engine
HomeEkonomi BisnisPBB: Setengah Populasi Dunia Kesulitan Akses Air

PBB: Setengah Populasi Dunia Kesulitan Akses Air



Bisnis.com, DENPASAR — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa hampir setengah populasi di dunia mengalami kesulitan akses air dan sanitasi.

Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemenlu Tri Tharyat menuturkan hal tersebut sebagaimana termuat dalam laporan The United Nations World Water Development Report 2024.

“Laporan UN Water ini institusi yang dibentuk Sekjen PBB menyedihkan. Laporannya bahwa pada UN Water 2024 pada tahun 2022 sekitar setengah dari populasi dunia mengalami situasi kelangkaan air parah,” tuturnya dalam Konferensi Pers di Bali Nusa Dua Convention Center, Minggu (19/5/2024).

Perinciannya, sebanyak 2,2 miliar orang hidup tanpa akses air minum dan air bersih. Sementara itu, 3,5 miliar di antaranya kekurangan akses terhadap sanitasi.

BACA JUGA:   Nggak Perlu Filter, Ini 8 Potret Ganteng Al Ghazali Tanpa Makeup

Akibatnya, pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDGs) ke-6 terkait menjamin ketersediaan dan pelaksanaan air dan sanitasi tidak berjalan sesuai rencana.

“Kalau secara umum laporan sekjen PBB dari target tahun 2030 di 2023 [capaian SDGs] baru setengahnya. Secara umum negara berkembang baru mencapai 12%,” tuturnya.

Dengan demikian, hal tersebut dilaporkan bakal menjadi isu serius yang dibahas dalam gelaran World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali pada 18—25 Mei 2024.

Sementara itu, capaian SDGs Indonesia dilaporkan telah cukup mendominasi. Posisinya melebihi 66% pada 2023.

Berkenaan dengan gelaran WWF 2024, setidaknya terdapat 4 hal pokok yang diperjuangkan oleh Indonesia. Pertama, terkait dengan kesepakatan internasional melalui sidang majelis umum PBB terkait penetapan hari danau sedunia. 

BACA JUGA:   Cara Membuat Poster Disney Pixar yang Viral di Medsos

Kedua, kesepakatan untuk kembali usulan Indonesia membentuk center of excellence terkait isu air dan perubahan iklim dan resilensi dari 2 situasi yang ada.

Ketiga, terkait dengan integrated water resources management khususnya di pulau-pulau kecil yang menjadi kepentingan sejumlah negara berkembang.

Keempat, adalah upaya Indonesia untuk meninggalkan memberikan legacy dengan jumlah proyek konkret di bidang air. Ada datanya disampaikan secara resmi lebih dari 100 proyek yang sudah dikurasi Bappenas, Kemenko Marves, Kemenlu, dan PUPR,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google
News
dan WA Channel



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER