Saturday, June 15, 2024
Google search engine
HomeEkonomi BisnisPasokan Pangan Kerap Macet, Begini Siasat Ritel Modern dan Pasar Rakyat

Pasokan Pangan Kerap Macet, Begini Siasat Ritel Modern dan Pasar Rakyat



Bisnis.com, JAKARTA – Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meneken nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Asosiasi Pasar Rakyat Seluruh Indonesia (Aparsi) dalam rantai pasok bahan pokok dan barang penting (bapokting).

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan, melalui kerja sama tersebut, nantinya ritel modern maupun pasar rakyat dapat saling bertukar informasi maupun mengisi pasokan produk. Musababnya, pasokan bahan pokok semakin sulit pascapandemi Covid-19 di samping adanya gangguan iklim yang memengaruhi produksi.

Lewat kerja sama tersebut, Roy optimistis pasokan barang ke ritel modern maupun ke pasar tradisional akan semakin lancar. Misalnya, ritel modern yang selama ini memiliki jaringan distributor dan importir untuk sejumlah produk impor dapat memasok ke pasar tradisional. Sebaliknya, pasar tradisional yang selama ini memiliki jaringan distributor untuk produk lokal dapat memasoknya ke ritel modern.

BACA JUGA:   Prabowo-Gibran Gencar Gerak di Jateng, Ganjar Yakin Kandang Banteng Masih Kokoh

“Kita memiliki sumber importir beras, kita bisa menyalurkan ke pasar rakyat. Sebaliknya, teman-teman pasar rakyat punya pasokan bawang merah bisa disalurkan ke ritel modern,” ujar Roy dalam konferensi pers, Selasa (7/5/2024).

Roy berujar, dengan adanya kerja sama dengan pasar rakyat dalam rantai pasok akan mendukung upaya pemerintah dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan. Di sisi lain, kelancaran pasokan juga akan mempermudah masyarakat dalam mengakses bahan pokok di kedua jenis ritel tersebut.

Selain kerja sama dalam rantai pasok, Roy menambahkan, ke depannya kerja sama digital juga akan dikembangkan oleh kedua jenis ritel untuk mendongkrak kinerja bisnis di tengah pesatnya perkembangan penggunaan teknologi di masyarakat. Kerja sama digitalisasi nantinya akan dituangkan dalam sebuah platform penjualan bersama antara ritel modern dengan pasar rakyat.

BACA JUGA:   Sebanyak 1.700 Warga Kelurahan Tanjung Uma Batam Terima Bantuan Beras Masing-Masing 10 Kg

“Sinergi antara pasar modern dengan pasar rakyat ini akan berimpact terhadap konsumen, mereka diuntungkan karena bisa belanja secara efektif dan efisien,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Aparsi Suhendro mengatakan, saat ini pihaknya mengayomi lebih dari 9 juta pedagang pasar yang tersebar di seluruh Indonesia mengakui bahwa kolaborasi dengan ritel modern menjadi langkah tepat di tengah gempuran teknologi. Menurutnya, digitalisasi tidak bisa dihindari oleh para pedagang pasar untuk bisa terus mengembangkan bisnisnya.

“Sudah tidak zaman dikotomi antara pasar modern dengan pasar rakyat,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google
News
dan WA Channel



Source link

BERITA TERKAIT
spot_img

BERITA POPULER