Monday, March 4, 2024
Google search engine
HomeInternasionalNiat Israel Mau Kuasai Gaza Bisa Rusak Hubungan dengan AS

Niat Israel Mau Kuasai Gaza Bisa Rusak Hubungan dengan AS




Jakarta, CNN Indonesia

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan akan mengubah Jalur Gaza sebagai zona demiliterisasi jika agresi berakhir pada masa mendatang.

Menurut laporan Al Jazeera pada Rabu (6/12), berdasarkan rencana itu nantinya tentara Israel akan ditempatkan untuk mengawasi wilayah tersebut. 


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demiliterisasi ini juga memungkinkan Israel menguasai Gaza melalui pengawasan militer Israel Defense Force (IDF).

Namun, rencana itu berpotensi menempatkan Israel pada konflik diplomatik dengan berbagai negara. Tak hanya konflik dengan negara tetangga, demiliterisasi juga kemungkinan dapat merusak hubungan dengan Amerika Serikat.

BACA JUGA:   VIDEO: Korban Tewas Banjir dan Longsor di Tanzania Capai 68 Orang

Kemungkinan itu berkaitan dengan pernyataan Amerika Serikat yang mengatakan bahwa tidak akan ada wilayah yang hilang di Gaza setelah agresi. AS hingga kini juga menyatakan tidak ingin Israel terlibat dalam pendudukan apa pun atas wilayah Gaza.

Peringatan itu sempat diungkapkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden kepada Netanyahu. Ia mengingatkan PM Israel itu bahwa menduduki Gaza adalah sebuah “kesalahan besar.”

Biden juga mengatakan solusi yang paling tepat agar perang antara Israel dan Palestina bisa berakhir adalah dengan solusi dua negara atau two state solution.

“Saya mengatakan kepada Israel bahwa adalah sebuah kesalahan besar bagi mereka jika berpikir mereka akan menduduki dan mempertahankan Gaza. Saya rasa itu tidak akan berhasil,” kata Joe Biden pada Rabu (15/11) waktu AS, seperti dikutip Reuters.

“Saya menegaskan kepada Israel, kepada Bibi [Benjamin Netanyahu] dan kabinet perangnya. Saya rasa jawabannya adalah solusi dua negara,” imbuhnya.

BACA JUGA:   VIDEO: Bocah Perempuan Rafah Selamat dari Serangan Mematikan Israel

Sementara itu, korban tewas akibat agresi Israel ke Palestina sejak 7 Oktober lalu kini sudah menembus 16.159 ribu jiwa per Selasa (5/12).

Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan sebanyak 15.899 orang tewas akibat agresi Israel di wilayah itu. Sementara itu, sebanyak 42 ribu warga Palestina lainnya terluka akibat gempuran Israel ini.

Gempuran Israel ke Gaza sejauh ini juga masih berlanjut sejak gencatan senjata berakhir pada Jumat (1/12) lalu. Gencatan senjata itu hanya bertahan selama seminggu setelah diperpanjang sebanyak dua kali.

Selama gencatan senjata, sebanyak 80 sandera Hamas di Gaza dibebaskan. Sebagai imbalan, 240 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel juga dilepaskan.

BACA JUGA:   Netizen soal Menteri Retno Nyoblos Pemilu: Harus Jadi Menlu Lagi

(frl/dna)

[Gambas:Video CNN]





Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER