INFLUENCER, Jerome Polin mengajak masyarakat melakukan perlawanan. Ia menanggapi tragedi pengemudi ojol bernama Afan Kurniawan yang tewas dilindas mobil taktis Brimob saat menahan demonstran di depan rumah susun Bendungan Hilir II pada Kamis malam, 26 Agustus 2025.
Pilihan Editor: Jerome Polin Ajari Wakil Ketua DPR Berhitung yang Benar
Melalui unggahan di akun Instagramnya, Jerome Polin mengungkapkan kemarahannya. Ia menuliskan pandangannya pada layar yang diunggah di Newsfeed Instagramnya, kurang dari setengah jam lalu. “Rakyat ditabrak pake mobil yang dibelinya pake uang pajak rakyat. Rakyat yang ingin menuntut HAK dan menyampaikan aspirasi ditindas oleh pihak yang gajinya dari uang pajak rakyat,” tulisnya menanggapi kekejaman polisi yang melindas pengemudi ojol itu.Â
Opini Lain Jerome Polin Soal Anggota DPR yang Pilih WFH
Jerome, yang kerap membuat video edukasi pengajaran Matematika itu juga menanggapi anggota DPR yang menjadi pangkal demonstrasi rakyat hari ini, memilih bekerja dari rumah (WFH). “Wakil rakyat yang harusnya mendengarkan keluhan rakyat malah WFH di hari demo. Malah ngatain rakyat ‘tolol’. Malah semena-mena. Ironis…sedih sekali,” tulisnya menambahkan. Ia menyindir anggota DPR RI, Ahmad Sahroni yang menyebut masyarakat yang menuntut pembubaran DPR lantaran tidak empati dengan penderitaan rakyat dengan kata tolol.Â
Ajakan untuk Melawan
Pada keterangan unggahannya, lulusan Waseda University, Tokyo, Jepang ini menuliskan ajakannya untuk melawan. “Semua mata melihat. Sudah saatnya kita sadar dan melawan. Stop apatis atau kita akan kehilangan semua hak kita. Rakyat sudah makin susah hidupnya, rakyat berhak menuntut keadilan,” tulis Jerome.
Belakangan ini, Jerome aktif menyindir kelakuan anggota DPR yang mendapatkan kenaikan tunjangan rumah Rp 50 juta per bulan dan besar Rp 12 juta per bulan. Ia membuat unggahan dengan cara mengajari para wakil rakyat itu berhitung yang benar. Dalam videonya, ia selalu memulai dengan adegan menghela napas panjang untuk mengungkapkan ekspresinya.Â
Setelah mengajari berhitung, Jerome mengutarakan pandangannya. “Rp 50 juta per bulan untuk tunjangan rumah. Sedangkan di luar sana, banyak guru, dosen, tenaga pendidik, nakes, enggak tahu makan apa besok, enggak tahu tinggal di mana besok, bisa hidup atau tidak besok, enggak tahu. GWS (get well soon) deh,” ujarnya sambil mengelus kepalanya sendiri.Â