Saturday, February 14, 2026
Google search engine
HomeInternasionalKemlu: RI Bisa Tarik Pasukan dari ISF Kapan Saja Jika Menyimpang

Kemlu: RI Bisa Tarik Pasukan dari ISF Kapan Saja Jika Menyimpang




Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan Indonesia bisa mengakhiri partisipasi pasukan RI dari Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Forces/ISF) kapan saja, jika menyimpang atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia.

Hal itu tertuang sebagai salah satu poin pernyataan Kemlu tentang penjelasan posisi Indonesia terkait ISF.

Kemlu menegaskan setiap kemungkinan partisipasi di ISF sepenuhnya berada di bawah kendali nasional Indonesia, berlandas mandat Dewan Keamanan PBB resolusi 2803 (2025), politik luar negeri bebas-aktif, dan hukum internasional.


BACA JUGA:   Mantan Menhan Korsel Ditangkap, Diduga Jadi Pembisik Darurat Militer

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dapat dihentikan kapan saja. Indonesia akan mengakhiri partisipasi apabila pelaksanaan ISF menyimpang dari national caveats Indonesia atau tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia,” bunyi pernyataan Kemlu, dikutip Sabtu (14/2).

Dalam pernyataan tersebut, Kemlu juga memastikan kehadiran pasukan Indonesia di Gaza bukan untuk misi tempur maupun misi demiliterisasi, namun berlandaskan mandat yang bersifat kemanusiaan.

Selain itu, pasukan RI di ISF juga dipastikan tidak akan dihadapkan pada pihak manapun, dan dengan penggunaan kekuatan yang sangat terbatas.

“Penggunaan kekuatan hanya diperbolehkan untuk self-defense dan mempertahankan mandat, dilakukan secara proporsional, bertahap, sebagai upaya terakhir, dan sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional serta Rules of Engagement,” demikian pernyataan Kemlu RI.

BACA JUGA:   Mahathir Mohamad Masuk Rumah Sakit karena Infeksi Pernapasan

Area penugasan pasukan pun dibatasi secara khusus hanya di Gaza, dan hanya dapat dilakukan dengan persetujuan dari otoritas Palestina sebagai syarat mendasar.

“Partisipasi Indonesia didasarkan pada prinsip penghormatan terhadap kedaulatan Palestina dan hak menentukan nasib sendiri bangsa Palestina,” lanjut pernyataan itu

Indonesia jadi salah satu negara yang ikut mengerahkan pasukan internasional ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memperkirakan RI akan mengirim sekitar 8 ribu pasukan ke Jalur Gaza Palestina, sebagai bagian dari ISF. Prasetyo menuturkan hingga kini Indonesia masih mempersiapkan skema pengiriman pasukan, termasuk komposisi personel dari masing-masing negara yang terlibat.

Ia memperkirakan sekitar 20 ribu personel dari berbagai negara akan dikerahkan ke Gaza sebagai bagian dari ISF.

BACA JUGA:   Pengendara Motor Tewas 'Ditelan' Sinkhole Selebar 20 Meter di Seoul

“Itu kan bagian dari pasukan perdamaian,” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan (kirim) kurang lebih di angka 8 ribu itu. Total (tentaranya) 20 ribu,” kata Pras.

[Gambas:Video CNN]

(mnf/dna)






Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER