Sunday, May 19, 2024
Google search engine
HomeInternasionalKasus Covid-19 Singapura Meroket, Alat Tes Rapid Mulai Langka

Kasus Covid-19 Singapura Meroket, Alat Tes Rapid Mulai Langka




Jakarta, CNN Indonesia

Singapura menghadapi lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir ketika negara tetangga seperti Malaysia juga mengalami hal serupa.

Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) melaporkan jumlah infeksi Covid-19 selama 19-25 November melonjak dua kali lipat menjadi 22.094 kasus dari periode sebelumnya sebanyak 10.726 kasus.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MOH menuturkan lonjakan kasus Covid-19 ini terjadi karena berbagai faktor, terutama mobilisasi warga menjelang libur panjang akhir tahun dan melemahnya imunitas populasi.

MOH melaporkan meski ada lonjakan penularan virus corona, jumlah pasien yang dibawa ke rumah sakit dan yang memerlukan perawatan intensif tetap stabil.

BACA JUGA:   VIDEO : Detik-detik Tornado Terjang Iowa AS

Menurut MOH, sampai 27 November lalu, mayoritas kasus Covid-19 yang ada berasal dari virus corona varian EG.5 dengan sub-lineage HK.3.

“Saat ini tidak ada indikasi bahwa subvarian utama lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian lain yang tersebar,” bunyi pernyataan MOH seperti dikutip The Straits Times pada Jumat (8/12).

Lonjakan kasus Covid-19 ini membuat alat tes Covid-19 terutama antigen rapid test (ART) mulai diburu masyarakat. Beberapa farmasi dan toko obat di Singapura juga mulai kehabisan stok ART.

Ada enam farmasi, supermarket, dan mini market di Bishan dan Toa Payoh yang kehabisan stok ART pada 6 Desember lalu saat Straits Times melakukan sidak ke toko-toko tersebut.

Gerai FairPrice di Blok 95 Lorong 4 Toa Payoh mengatakan pada 6 Desember bahwa mereka dijadwalkan melakukan penyetokan ulang pada hari berikutnya. Namun, stok belum sampai pada jam 4 sore keesokan harinya, dan staf toko mengatakan mereka tidak yakin kapan akan tiba.

BACA JUGA:   Putin Janji Balas Serangan 'Biadab' di Moskow

Guardian juga mengatakan pihaknya mengamati adanya “lonjakan permintaan” alat ART selama seminggu terakhir, namun meyakinkan pelanggan bahwa mereka memiliki stok yang cukup. Dikatakan bahwa mereka telah “dengan cepat menjadwalkan pengisian ulang reguler di seluruh toko Guardian” untuk memastikan toko mereka memiliki persediaan yang baik.

Namun, staf toko di Guardian di Junction 8 mengatakan toko mereka telah kehabisan peralatan ART selama beberapa hari. Meskipun mereka mengharapkan stok baru, mereka tidak yakin kapan stok tersebut akan tiba.

Seorang staf 7-Eleven di luar stasiun MRT Bishan mengatakan toko tersebut telah kehabisan perlengkapan ART pada Rabu (6/12) dan sejauh ini belum ada jadwal pengisian ulang di sistemnya.

BACA JUGA:   Gempa M 7,1 di Vanuatu Picu Peringatan Tsunami

Gerai 7-Eleven lainnya di stasiun MRT Braddell menerima pengisian ulang sebanyak 10 kotak, masing-masing berisi dua kotak ART, pada tanggal 7 Desember. Seorang anggota staf mengatakan pelanggan biasanya akan memborong beberapa kotak ART dalam satu waktu.

Sementara itu, dua gerai Watsons, satu di dekat stasiun MRT Braddell dan satu lagi di Persimpangan 8, masing-masing juga menerima persediaan stok ART dalam jumlah kecil pada Kamis (7/12). Seorang anggota staf memperkirakan stok ART tersebut akan terjual habis dalam waktu sepekan saja.

(rds/bac)

[Gambas:Video CNN]





Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER