Thursday, April 3, 2025
Google search engine
HomeInternasionalJoe Biden Ngaku Akan Bicara sama Netanyahu soal Ketegangan di Timteng

Joe Biden Ngaku Akan Bicara sama Netanyahu soal Ketegangan di Timteng




Jakarta, CNN Indonesia

Amerika Serikat meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah baik lewat kemampuan dukungan pertahanan udara maupun pasukan lain.

Presiden AS Joe Biden mengaku akan membicarakan dengan Perdana Menteri Israel soal titik-titik lokasi penguatan kehadiran milternya tersebut.

Hal yang utama, perbincangan empat mata antara Biden dan Kiblat itu ditargetkannya bisa berlangsung pada momen-momen saat ini. Namun, kenyataannya, Biden tak memberikan tanggal kapan dia bakal berbincang dengan Netanyahu soal hal tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya bilang nih ke Anda nih, kapan saya bilang saya akan berbincang dengannya, adalah ketika saya melakukannya,” ujar Biden kepada wartawan dikutip dari Reuters.


BACA JUGA:   Kebakaran Besar Hutan di Jepang, 600 Hektar Lahan Hangus

Di satu sisi, mengutip dari Reuters, wewenang memperkuat kehadiran militer AS di timur tengah itu dilakukan Menteri Pertahanan Llyod Austin di tengah situasi kawasan yang makin panas setelah gempuran Israel ke Lebanon hingga menewaskan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrullah.

“[Austin] meningkatkan kesiapan pasukan tambahan AS untuk dikerahkan, meningkatkan kesiapan kami untuk merespons berbagai kemungkinan,” kata juru bicara Pentagon atau Kemehan AS Mayjen AU Patrick Ryder dalam pernyataan yang dirilis Minggu (29/9).

Ryder pun menyatakan Austin menegaskan apabila sekutu Hizbullah, Iran, melakukan hal-hal yang menargetkan personel atau kepentingan AS di kawasan, maka mereka sudah siap.

“Menteri Austin menjelaskan bahwa jika Iran, mitranya, atau proksinya menggunakan momen ini untuk menargetkan personel atau kepentingan Amerika di kawasan, Amerika Serikat akan mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk membela rakyat kami,” ujar Ryder.

BACA JUGA:   Profil Mark Carney, PM Baru Kanada Gantikan Justin Trudeau

Pemerintahan federal AS sebelumnya menyatakan mendukung Israel setelah bombardir serangan udaranya ke Lebanon telah menewaskan pemimpin tertinggi Hizbullah, Hassan Nasrallah.

Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden AS Kamala Harris hingga Ketua DPR AS dari Partai Republik, Mike Johnson, menyatakan dukungan terhadap serangan Israel yang padahal dinilai banyak pihak dapat memperkeruh eskalasi perang di Timur Tengah. Selain itu, serangan pada Jumat tersebut turut menewaskan jumlah korban warga sipil yang sangat besar.

Kematian Nasrallah ini terjadi setelah serangkaian serangan udara Israel ke Lebanon yang lebih dulu menewaskan beberapa pejabat senior Hizbullah. Kematian Nasrallah pun menjadi pukulan telak bagi Hizbullah serta jaringan kelompok-kelompok milisi lainnya di Timur Tengah yang didukung Iran.

BACA JUGA:   Bantuan Kemanusiaan UNICEF Dijarah di Pelabuhan Haiti

Di luar itu, serangan udara Israel bertubi-tubi ke Lebanon dengan dalih menargetkan Hizbullah dan fasilitasnya, ternyata telah menewaskan setidaknya 1.030 orang sejak 16 September lalu. Jumlah korban akhir dari serangan besar-besaran Israel yang menewaskan Nasrallah pada Jumat kemarin belum diketahui.

Tim SAR di lapangan dilaporkan masih berusaha menemukan para korban yang diperkirakan tertimbun di reruntuhan bangunan.

(Reuters/kid)


[Gambas:Video CNN]






Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER