Wednesday, July 17, 2024
Google search engine
HomeInternasionalIsrael Soal Serangan ke Khan Younis Gaza: Hari Paling Intens

Israel Soal Serangan ke Khan Younis Gaza: Hari Paling Intens




Jakarta, CNN Indonesia

Pasukan Israel pada Selasa (5/12) mengungkapkan melakukan serangan ke Khan Younis di Jalur Gaza selatan. Tentara Israel mengungkapkan itu sembari menyatakan memperluas operasi dalam melawan Hamas.

“Kami berada di jantung Jabalia, di jantung Shejaiya (di Gaza utara), dan sekarang juga di jantung Khan Younis,” kata Kepala Komando Selatan Mayor Jenderal Yaron Finkelman seperti dikutip dalam sebuah pernyataan militer.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AFP memberitakan pernyataan itu juga disampaikan sambil menggambarkan serangan itu sebagai “hari paling intens sejak awal operasi darat.”

BACA JUGA:   Dua Helikopter Militer Jepang Jatuh ke Laut: 1 Korban Tewas, 7 Hilang

Kondisi tersebut juga diberitakan Al Jazeera dan menyatakan serangan di Jalur Gaza tidak berhenti selama beberapa jam terakhir.

Pasukan pendudukan Israel menyerang kamp pengungsi Jabalia, mencoba menyusup lebih dalam.

Deir el-Balah, sebuah kota di tengah Jalur Gaza, telah banyak diserang; sebuah bangunan tempat tinggal hancur total dan lebih dari 20 warga Palestina tewas.

[Gambas:Video CNN]

Di selatan, serangan terhadap kota Khan Younis berlanjut sejak Selasa (5/12) dini hari. Lebih dari 50 warga Palestina tewas, dan bentrokan serta baku tembak terjadi di wilayah timur antara pejuang Hamas dan tentara pendudukan.

Mayoritas warga di kota Khan Younis telah mengungsi dan mengungsi ke Rafah, yang menjadi daerah yang sangat padat penduduknya di tengah sangat terbatasnya bantuan kemanusiaan.

BACA JUGA:   1 Perwira Polisi Israel Tewas di Tengah Operasi Pembebasan Sandera

Sementara itu, Komite Penyelamatan Internasional (IRC) telah menegaskan kembali peringatan bahwa tidak ada tempat yang aman di Jalur Gaza ketika Israel memerintahkan warga Palestina untuk mengevakuasi bagian selatan Gaza.

IRC mengatakan dimulainya kembali konflik tidak hanya menyebabkan hilangnya ratusan nyawa tetapi juga membuat semakin suli bagi organisasi kemanusiaan untuk tetap aman, apalagi memberikan tingkat dukungan yang dibutuhkan masyarakat.

“Bahkan di Rafah dan Khan Younis, di mana masyarakat didorong untuk mengungsi, pemboman setiap hari terus membunuh warga sipil dan merusak infrastruktur,” kata Bob Kitchen, wakil presiden IRC untuk Situasi Darurat.

“Mereka yang mengungsi menghadapi kekurangan makanan dan air serta merebaknya penyakit. UNRWA telah memastikan adanya wabah hepatitis A di salah satu fasilitas mereka,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Dua Pendaki Gunung Everest Tewas, Tiga Lainnya Masih Hilang

“Perlunya gencatan senjata menjadi semakin mendesak seiring berjalannya waktu, dengan lebih dari dua juta warga Palestina menghadapi bencana kemanusiaan,” desak Kitchen.

(AFP/chri)






Source link

BERITA TERKAIT
spot_img

BERITA POPULER