Saturday, June 15, 2024
Google search engine
HomeEkonomi BisnisInflasi Bulanan Jabar April 0,15% Ditopang Kelompok Mamin dan Tembakau

Inflasi Bulanan Jabar April 0,15% Ditopang Kelompok Mamin dan Tembakau



Bisnis.com, BANDUNG — Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat Jawa Barat mengalami inflasi 0,15% secara m-t-m pada April 2024 dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, secara year-on-year (yoy) inflasi Jawa Barat apda April sebesar 3,07%. 

Kepala BPS Jawa Barat Marsudijono mengatakan pada April 2024, sejumlah komoditas yang biasa menyumbangkan inflasi, mengalami deflasi. Beberapa di antaranya adalah kelompok makanan minuman dan tembakau.

“Ini membuktikan pada momentum Ramadan dan Idulfitri, TPID mampu meredam harga,” ungkap dia dalam Berita Resmi Statistik, di Kota Bandung, Kamis (2/5/2024).

Secara m-t-m, April 2024 kelompok makanan minuman dan tembakau memberikan sumbangan deflasi m-to-m sebesar 0,10 persen. 

Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi m-to-m, yaitu: cabai merah sebesar 0,15%; beras sebesar 0,14%; telur ayam ras sebesar 0,09%; serta cabai rawit sebesar 0,01%. 

BACA JUGA:   KEK Sanur Raih Investasi Rp10 Triliun

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu: bawang merah sebesar 0,13%; daging ayam ras sebesar 0,06%; tomat dan bawang putih masing-masing sebesar 0,03%; serta daun bawang, minyak goreng, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) masing-masing sebesar 0,01%.

Sementara itu, secara y-o-y, kelompok ini pada April 2024 memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 1,93%. 

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: beras sebesar 0,64%; daging ayam ras sebesar 0,26%; Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,15%; tomat sebesar 0,12%; bawang putih sebesar 0,11%; bawang merah sebesar 0,07%; Sigaret Putih Mesin (SPM), daun bawang, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) masing-masing sebesar 0,05%; air kemasan dan gula pasir masing-masing sebesar 0,04%; pisang dan wortel masing-masing sebesar 0,03%; serta jeruk, telur ayam ras, dan cabai merah masing-masing sebesar 0,02%. 

BACA JUGA:   Babe Cabita Meninggal, Marshel Widianto Kehilangan Mitra Bungkam Konsep Ganteng

Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu: jengkol, ikan gurame, ikan mas, minyak goreng, cabai rawit dan petai masing-masing sebesar 0,01%.

Sementara kelompok ini pada April 2024 memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m sebesar 0,10%. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu: cabai merah sebesar 0,15%; beras sebesar 0,14%; telur ayam ras sebesar 0,09%; serta cabai rawit sebesar 0,01%. 

Lalu, untuk komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, yaitu: bawang merah sebesar 0,13%; daging ayam ras sebesar 0,06%; tomat dan bawang putih masing-masing sebesar 0,03%; serta daun bawang, minyak goreng, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) masing-masing sebesar 0,01%.

BACA JUGA:   Desakan kepada Presiden Terus Menggelinding, PPI Utrecht: Jokowi Konsisten Abaikan Etika

Sementara itu, kelompok pengeluaran lainnya pun alami inflasi, seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 6,41%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,53%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,45%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,06%; kelompok kesehatan sebesar 2,96 persen; kelompok transportasi sebesar 0,91%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 4,06%; kelompok pendidikan sebesar 1,39 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,21%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,02%. 

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,30%,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google
News
dan WA Channel



Source link

BERITA TERKAIT
spot_img

BERITA POPULER