FILM horor Kafir: Gerbang Sukma karya sutradara Azhar Kinoi Lubis menghadirkan kisah teror balas dendam yang belum tuntas serta mengungkap dosa kelam masa lalu. Film yang diproduksi Starvision ini, berkisah tentang Sri (Putri Ayudya) setelah delapan tahun sejak kematian tragis Herman (Teddy Syach) karena santet, menata kembali hidupnya bersama anaknya, Dina (Nadya Arina), dan Andi (Rangga Azof) yang sudah menikahi Rani (Asha Assuncao).
Kemunculan Indah Permatasari di Kafir: Gerbang Sukma sekaligus mengejutkan setelah berakhir tragis di film pertamanya, Kafir: Bersekutu dengan Setan (2018). Kekuatan dari ilmu hitam kembali mengintai keluarga Sri. Namun, dengan kehadiran orang baru di keluarga Sri, yakni istri dari Andi, ancaman itu semakin nyata.
Upaya Menaikkan Level Horor
Di film keduanya ini, Azhar Kinoi Lubis menghadirkan elemen gore sehingga lebih eksploratif. Sementara itu, dari sisi drama, ia juga mempertebalnya dengan pendekatan yang lebih empatik. “Sama seperti tahun lalu, kami juga membuka perjalanan kami di layar lebar dengan film horor yang sukses dari sutradara Kinoi dan naskah yang ditulis Upi. Kami berharap film Kafir: Gerbang Sukma bisa memberikan sebuah tontonan yang menghibur dengan horor yang mencekam, namun juga memiliki pesan mendalam tentang kemanusiaan, bagaimana hati yang kotor, dendam, dan kedengkian bisa menghancurkan sebuah keluarga bahkan secara turun-temurun,” ujar produser Chand Parwez Servia dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kinoi mengatakan dalam Kafir: Gerbang Sukma dirinya berupaya menaikkan level horornya. “Di film kedua, saya mengajak penonton untuk masuk ke dalam cerita keluarga Sri, saat ada yang masih ingin membalas dendam dengan cara yang tidak biasa, membuka gerbang sukma,” tuturnya.
Sementara penulis skenario Upi, menggandeng nama baru di perfilman sebagai ko-penulis, Dea April, yang pertama kali menulis untuk film layar lebar. “Saya dan Dea April mencoba menggali apa yang ada di dalam karakter Sri yang menurut saya itu ‘bedebah’. Semua konflik dan teror horor yang terjadi di film ini gara-gara dosa Sri di masa lalu,” katanya.
Kesan Para Pemeran
Putri Ayudya mencoba untuk menggali kembali karakter Sri yang mencoba menebus dosa masa lalunya. “Karakter Sri masih sama, bikin masalah. Di sini kita bisa melihat Sri mencoba bertanggung jawab atas konsekuensi yang dia lakukan di masa lalu. Sri sekarang lebih merasa ingin menjaga anak-anak dan keluarganya,” ucapnya. “Secara range akting dan emosinya lebih lebar, bagaimana dia menempatkan diri dalam keadaan tenang dan panik. Ada banyak ruang untuk berefleksi dari perjalanan karakter Sri di film ini.”
Sementara itu, Indah Permatasari menuturkan di film ini bisa jadi penonton bakal kaget melihat kehadirannya. Tak hanya menambah konflik dan mengungkap misteri yang terjadi di keluarga Sri, tetapi juga secara penampilan. “Di film ini aku tampil berbeda dan aku sangat menyukainya, meskipun cukup repot dalam persiapannya. Karakter Hanum yang aku perankan ini sangat manusiawi sekali, dia dan Ibunya yang sakit hati karena keluarga Sri, ingin balas dendam. Ada masalah yang belum tuntas, dan dia ingin keluarga Sri mendapat balasan yang setimpal,” ujarnya.
Bagi Asha Assuncao, yang memerankan karakter Rani dan menjadi sosok baru di semesta Kafir, ia mengungkap ada banyak kejutan yang menyenangkan sekaligus menantang. “Rani adalah karakter yang lemah lembut dan bertolak belakang dari aku. Ini pengalaman pertamaku bermain di genre horor, ditambah karakterku ini adalah orang baru di keluarga Ibu Sri, dan tidak tahu masa lalu kelam apa yang pernah terjadi. Penonton bakal sangat bersimpati dengan Rani di film ini, apalagi menjelang babak akhir,” tutur dia.
Pilihan Editor: Putri Ayudya Merayakan Natal tanpa Mbah

