Thursday, January 29, 2026
Google search engine
HomeEDUKASIDunia Dinosaurus Hidup Lagi di Science Centre Singapura: Dari Patagotitan Raksasa hingga...

Dunia Dinosaurus Hidup Lagi di Science Centre Singapura: Dari Patagotitan Raksasa hingga Pesan Kepunahan untuk Generasi Kini

BATAMINSTA.COM, SINGAPURA – Science Centre Singapore membuka pengalaman menakjubkan lewat pameran “Dinosaurs | Extinctions | Us”, sebuah kolaborasi dengan Lee Kong Chian Natural History Museum (LKCNHM) dan Universitas Nasional Singapura (NUS) yang mengeksplorasi jejak makhluk purba sekaligus bahaya kepunahan masa kini.

Kunjungan ini bukan hanya soal menyaksikan tulang besar di ruang ber-AC, melainkan perjalanan waktu yang menghadirkan cerminan masa depan, di mana manusia menjadi bagian penting dari cerita kepunahan.

Patagotitan 40 Meter & Tyrannosaurus Raksasa Menjadi Sorotan

Salah satu daya tarik pameran adalah patung Patagotitan mayorum sepanjang sekitar 40 meter, yang direkonstruksi dari fosil asli menggunakan teknologi cetak modern. Beratnya saat hidup diperkirakan mencapai 70 ton.

BACA JUGA:   Hasil Super League: Persija Terkam Madura United 2-0 Lewat Penalti

Tak kalah menarik, “Scotty” si Tyrannosaurus rex ikut tampil di zona Six Extinctions, di mana pengunjung bisa menyaksikan visualisasi mumia T-rex yang sangat detail.

Belajar Lewat Kepunahan Besar

Zona Six Extinctions mengajak pengunjung melihat enam peristiwa besar kepunahan dalam sejarah Bumi, termasuk lima masa sebelum manusia, dan satu masa kepunahan yang diduga karena aktivitas manusia.

LKCNHM juga menyoroti spesies lokal yang telah hilang di Singapura, seperti tupai raksasa krim dan burung kingfisher, sebagai peringatan nyata bahwa kepunahan tidak hanya masalah masa lampau.

Teknologi & Interaktivitas untuk Pengalaman Edukatif

Kerangka Patagotitan asli dipindai dengan teknologi canggih, kemudian direplika menjadi patung raksasa dari resin, fiberglass, dan logam. Pendekatan ini menjaga tulang asli sekaligus memberikan penampilan visual yang memukau.

BACA JUGA:   Snow City Singapura Hadirkan Atraksi “Real Snow Fall” & Diskon 30% untuk Wisatawan Indonesia

Direktur Science Centre menyebut, rata-rata pengunjung butuh 60–90 menit untuk menjelajahi semua zona pameran, cukup waktu untuk meresapi kisah purba dan makna masa kini.

Respons dari Pengunjung Lokal

“Saya datang bersama anak-anak, dan mereka sangat antusias. Melihat T-rex hidup-hidup dalam skala besar sangat mendidik, sekaligus menakutkan,” ujar Nur Azizah, ibu dua anak asal Batam yang sedang berkunjung di Singapura.

Sementara itu, mahasiswa biologi dari Universitas Singapura, Lim Wei Ming, menambahkan, “Bagian ‘Extinctions’ membuka wawasan saya. Kepunahan memang bukan soal dinosaurus saja, ini peringatan buat kita kalau kelestarian itu bukan omong kosong.”

Tiket & Akses ke Pameran

Tiket sudah bisa dibeli secara online melalui situs resmi Science Centre. Harga mulai dari US$ 25,90 untuk anak/senior dan US$ 29,90 untuk dewasa lokal/PR.

BACA JUGA:   Mengenal Kapal Induk Giuseppe Garibaldi yang Seharga Satelit Satria-1

Pengunjung diimbau menjaga etika dan ketertiban selama pameran, terutama di zona yang menampilkan fosil atau replika sensitif. (MD)

Galeri Pameran “Dinosaurs | Extinctions | Us”

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER