BINTANG reality TV dan pengusaha sukses, Paris Hilton baru-baru ini berbagi pengakuan emosional mengenai ikatan persahabatannya yang erat dengan ikon pop, Britney Spears. Hilton mengungkapkan bahwa hubungan mereka lebih dari sekadar pertemanan selebritas biasa. Ia menggambarkan, pertemanannya dengan Spears merupakan ikatan yang lahir dari “trauma bersama” akibat kekejaman popularitas di awal 2000-an.
Dilansir dari People, pengakuan ini disampaikan Paris saat menjadi tamu di podcast I’ve Never Said This Before bersama Tommy DiDario pada Kamis, 29 Januari 2026. Episode ini dirilis bertepatan dengan peluncuran dokumenter terbarunya, Infinite Icon: A Visual Memoir. Dalam percakapan tersebut, Paris merefleksikan bagaimana budaya pop awal 2000-an memperlakukan mereka sebagai objek perundungan media.
“Kembali ke masa itu, menjatuhkan perempuan adalah sebuah hiburan. Itu sangat mengisolasi,” kata Paris. Ia menegaskan bahwa Britney Spears adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar memahami beban tersebut. “Dia adalah seseorang yang bisa memahami hal itu. Sangat sedikit orang yang bisa. Hal ini telah membuat kami berdua menjadi sangat kuat.”
Pertemuan Emosional Paris Hilton dan Britney Spears di Meksiko
Dilansir dari Geo News, salah satu poin menariknya adalah detail mengenai pertemuan rahasia mereka. Paris mengungkapkan bahwa ia baru saja mengunjungi Britney di Meksiko pada awal Januari 2026, empat pekan sebelum wawancara tersebut disiarkan. Pertemuan itu dimaksudkan untuk merayakan ulang tahun Britney yang ke-44 secara privat.
Jauh dari kejaran paparazzi yang dulu menghantui mereka, keduanya menghabiskan waktu untuk berbincang mendalam. “Kami hanya berbicara tentang betapa kejam dan jahatnya orang-orang saat itu,” kata Paris mengenang. Bagi mereka, pertemuan tersebut menjadi ruang aman untuk memvalidasi rasa sakit yang selama ini mereka simpan sendiri.
Mengubah Rasa Sakit Menjadi Tujuan
Senada dengan hal tersebut, dilansir dari Z100 New York, Paris kini merasa lebih berdaya setelah berhasil melewati masa-masa sulit tersebut. Jika bisa berbicara kepada dirinya yang masih muda, Paris ingin memberinya kekuatan bahwa semua kesulitan itu akan membuahkan hasil.
“Paris, kamu akan melalui banyak hal dalam hidup… tetapi suatu hari nanti itu akan sepadan. Karena kamu akan menginspirasi jutaan orang, menciptakan cetak biru, dan mengubah rasa sakitmu menjadi tujuan hidup,” ucapnya berpesan untuk dirinya di masa lalu.
Paris juga memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian Britney dalam merilis memoar The Woman in Me. Sebagai sahabat, ia merasa bangga melihat Britney mulai mengambil kendali atas narasinya sendiri. “Saya hanya bangga betapa kuatnya dia sebagai seorang perempuan,” kata Paris.
Melalui dokumenter barunya yang tayang perdana pada 30 Januari 2026, Paris Hilton berharap pesannya tentang solidaritas perempuan. Buku itu juga mengungkap pemulihan traumanya yang ia harapkan dapat menginspirasi para penyintas di seluruh dunia untuk tidak lagi merasa sendirian.
ANDARA ANGESTI
Pilihan Editor: Kebakaran Los Angeles, Paris Hilton Berjibaku Jadi Relawan Hewan Terlantar

