Sunday, February 15, 2026
Google search engine
HomeHiburanBrian May Ogah Gelar Tur Queen di Amerika Serikat

Brian May Ogah Gelar Tur Queen di Amerika Serikat

GITARIS grup musik rock legendaris Queen, Brian May, menolak menggelar konser di Amerika Serikat dalam waktu dekat. Kendati tak merinci dengan gamblang, ketidaktertarikan May ditengarai karena situasi di negara tersebut yang ia anggap “terlalu berbahaya”. “Amerika saat ini adalah tempat yang berbahaya, jadi Anda harus memperhitungkan hal itu,” ungkap May kepada Daily Mail.

Terakhir kali Queen + Adam Lambert tampil di AS ialah November 2023 dalam rangkaian tur global yang berakhir di Tokyo Dome pada Februari 2024. May pun menilai banyak hal telah berubah sejak konser tersebut dan kembali ke Amerika bukanlah pilihan bijak. “Ini sangat menyedihkan karena saya merasa Queen tumbuh di Amerika dan kami menyukainya, tetapi sekarang tidak seperti dulu lagi. Semua orang berpikir dua kali sebelum pergi ke sana,” ujarnya.

The Guardian menilai keputusan May tersebut dilandasi rentetan isu kekerasan dari petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika (ICE) di bawah rezim Presiden Donald Trump. Belum lagi pemeriksaan keyakinan politik bagi pengunjung asing dan ancaman penembakan massal. Laporan tersebut pun mencatat telah terjadi 425 insiden semacam itu dan menewaskan sebanyak 420 orang beserta 1.898 korban lainnya terluka.

BACA JUGA:   'Perang Sarung' di Bekasi Makan Korban, 1 Orang Tewas

Brian May: Queen Takkan Tampil di Festival Glastonbury

Selain Amerika, May juga menyebut bahwa grup musiknya tidak akan pernah menjadi penampil utama di Festival Glastonbury, Inggris. Rolling Stone melaporkan bahwa hal ini merupakan penentangan terhadap perlakuan terhadap hewan di lahan Worthy Farm milik festival tersebut. “Saya tidak akan tampil di Glastonbury tahun depan karena politik orang-orang yang menjalankannya,” kata May. 

Namun, May tetap membuka peluang untuk mengubah pikirannya jika kondisi di masa mendatang berubah. Selain itu, ia juga menyinggung kembalinya Queen ke atas panggung kendati tak menyebutkan waktunya secara pasti. “Ada beberapa hal yang belum Anda dengar. Saya tidak tahu kapan Queen kembali ke panggung, itu masih misteri. Kita akan menjalaninya hari demi hari,” ujarnya menambahkan. 

BACA JUGA:   Sinopsis Film Kukejar Mimpi, Oka Antara Banting Setir Jadi Pelatih Cheerleader

Komentari Unggahan Presiden Donald Trump

Baru-baru ini, Trump memperkenalkan lukisan baru tentang dirinya berjudul “MAGA Symphony” melalui akun Truth Social miliknya. Menurut laporan AOL, lukisan tersebut menampilkan Trump yang berperan sebagai konduktor memimpin orkestra tokoh-tokoh sayap kanan populer pendukungnya. Tokoh-tokoh tersebut termasuk mendiang Charlie Kirk pada biola; sekretaris pers Karoline Leavitt pada harpa; dan mantan sahabat Trump, Elon Musk, pada gitar listrik. 

Trump pun turut menyertakan lagu “Who Wants to Live Forever” milik Queen dalam unggahan lukisan karya Jon McNaughton tersebut. Hal ini sontak mengundang komentar Brian May yang mengungkapkan bahwa Trump telah menggunakan lagu tersebut tanpa izin dari pihaknya. “Klip itu baru-baru ini diunggah menggunakan musik kami (tanpa izin) di sesuatu yang disebut ‘Truth Socials’ oleh Presiden Amerika Serikat saat ini,” tulis May dalam unggahan Instagram pada Rabu, 4 Februari 2026. 

BACA JUGA:   Jawaban El Rumi dan Syifa Hadju Ditanya Kapan Nikah Oleh Ahamd Dhani

Namun alih-alih menghakimi secara langsung, May justru memilih untuk mengembalikan reaksi terhadap unggahan tersebut kepada para pengikutnya. “Apakah menurut Anda kami, Queen, harus keberatan? Atau bertepuk tangan? Merasa marah? Atau bersyukur, merasa terhormat? Atau hanya tersenyum ramah? Nah, halaman komentar saya milik Anda!!! Cobalah untuk tetap sopan! Salam – Bri,” tulis May. 

Masih dalam laporan yang sama, penggunaan laqu Queen oleh Trump untuk mempromosikan dirinya semacam ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya pada 2016, Queen sempat keberatan dengan penggunaan lagu “We Are the Champions” dalam pidato Trump di Konvensi Nasional Partai Republik. Kemudian tiga tahun berselang, Queen melakukan hal serupa ketika video rapat umum Trump yang diiringi lagu “We Will Rock You” mencuat ke publik. 

CAHYA SAPUTRA



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER