Friday, April 19, 2024
Google search engine
HomeEkonomi BisnisBank Mega (MEGA) Targetkan Laba Naik 8,4%, Ini Strateginya

Bank Mega (MEGA) Targetkan Laba Naik 8,4%, Ini Strateginya



Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Mega Tbk. (MEGA) menargetkan laba bersih naik mencapai Rp3,8 triliun pada tahun ini. Angka tersebut naik sekitar 8,4% apabila dibandingkan pada 2023 yang mencapai Rp3,51 triliun.

Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan untuk menargetkan pertumbuhan laba tersebut perseroan akan fokus terhadap empat hal.

“Pertama adalah fokus kepada bagaimana caranya meningkatkan kredit,” kata Kostaman dalam paparan kinerja tahun 2023 di Menara Bank Mega Jakarta, Jumat (1/3/2024).

Adapun kredit ditargetkan mencapai Rp72 triliun yang mana naik dibandingkan Rp66 triliun pada 2023. Penyaluran kredit tersebut dilakukan dengan berlandaskan pada prudential banking dan mencermati industri yang akan dibiayai.

Kedua adalah perseroan akan terus meningkatkan bisnis kartu kredit termasuk melalui kerja sama di dalam ekosistem CT Group. Menurut Kostaman kartu kredit Bank Mega memiliki banyak manfaat yang mampu meningkatkan interest income maupun fee base income.

BACA JUGA:   KAI: 290,89 Juta Penumpang Naik KRL Sepanjang 2023, Melonjak 35%

Selain itu perseroan fokus pada peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dengan fokus pertumbuhan pada nasabah ritel, serta meningkatkan proporsi Current Account Saving Account (CASA). 

“Keempat adalah fokus meningkatkan fee base income dari treasury dan bisnis lainnya,” tutur Kostaman.

Selain empat fokus tersebut, Bank Mega juga menargetkan Loan To Deposit Ratio (LDR) sesuai dengan kebijakan bank berkisar pada level 70%. Serta meningkatkan efisiensi dalam biaya-biaya lainnya dengan target rasio Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) di kisaran 63%.

Selain itu, Bank Mega akan melakukan transformasi teknologi informasi untuk mendukung perkembangan bisnis retail dan perbankan digital, mitigasi risiko operasional serta efisiensi biaya operasional melalui otomasi proses operasional.

BACA JUGA:   Putri Attila Syach Dikabarkan Diculik dan Disekap, Diduga Pelakunya Orang Dekat

Sepanjang 2023, Bank Mega telah membukukan laba bersih sebanyak Rp3,51 triliun. Laba bank yang dikendalikan crazy rich Chairul Tanjung tersebut susut 13,33% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode 2022 sebesar Rp4,05 triliun.

Sementara itu, total aset Bank Mega pada tahun 2023 mencapai Rp132,05 triliun atau susut sekitar 6,85% yoy. Dari sisi penyaluran kredit tercatat sebanyak Rp66,29 triliun di mana bank tetap fokus menyalurkan kredit kepada segmen korporasi dan joint financing.

Sementara rasio kredit bermasalah (NPL Gross) pada 2023 tetap terjaga sebanyak 1,57% dengan NPL Net sebesar 1,18%. Rasio NPL Gross Bank Mega ini masih berada dibawah NPL Gross Perbankan sebesar 2,19% per posisi Desember 2023.

BACA JUGA:   Gubernur Ansar Serahkan Bantuan Pertanian Perikanan dan Bantuan Pangan Di Kabupaten Bintan

Pencapaian Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Mega pada 2023 tercatat sebanyak Rp89,44 Triliun, di mana deposito masih mendominasi DPK yaitu 71,17% dari total DPK.

Komposisi CASA membaik pada 2023 menjadi 28,83% dibandingkan periode Tahun 2022 sebesar 26,76%, yang disebabkan meningkatnya tabungan yang tumbuh 6% menjadi Rp15,66 triliun.

Bank Mega juga mampu menjaga ketahanan permodalan dan tingkat likuiditas yang memadai guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Hal tersebut tercermin dari posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 26,17%, serta Loan to Deposit Ratio (LDR) yang terjaga dalam level 74,03%. Sementara itu Rasio NIM tercatat sebesar 5,21% pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google
News
dan WA Channel



Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER