Saturday, June 15, 2024
Google search engine
HomeEkonomi BisnisAwas Penularan MERS Saat Haji! Ini Gejala dan Cara Mencegahnya

Awas Penularan MERS Saat Haji! Ini Gejala dan Cara Mencegahnya



Bisnis.com, JAKARTA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini melaporkan adanya tiga Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pada manusia, yang juga menelan satu kematian. 

MERS disebabkan oles virus corona. Kejadian di Timur Tengah dilaporkan pada antara 10 dan 17 April 2024, oleh Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi (KSA).

Ketiga kasus tersebut adalah laki-laki dari Riyadh berusia antara 56 dan 60 tahun dengan kondisi kesehatan penyerta dan bukan petugas kesehatan. WHO menyebutkan, ketiga kasus tersebut secara epidemiologis terkait dengan paparan di fasilitas layanan kesehatan di Riyadh, meskipun penyelidikan masih terus dilakukan untuk memverifikasi hal ini dan memahami jalur penularan. 

Sejak awal 2024, ada total empat kasus dan dua kematian telah dilaporkan di Kerajaan Arab Saudi. 

Oleh karena itu, Epidemiolog Dicky Budiman mengimbau bagi para calon jamaah haji yang akan segera berangkat agar jangan sampai tertular penyakit tersebut, atau bahkan membawanya ke Indonesia. 

BACA JUGA:   Lifting Minyak Makin Ciut Tahun Depan, SKK Migas Yakin Mampu Rebound di 2026

Dicky menyebutkan bahwa MERS bukanlah penyakit baru, yang sudah beredar dan menjadi endemi di Timur Tengah sejak 2012. 

“Beberapa kasus yang dilaporkan diluar Timur Tengah umumnya sifatnya adalah kasus impor, dari orang yang sebelumnya melakukan perjalanan ke Timur Tengah antara lain adalah Arab Saudi,” jelasnya.

Adapun, penyakit ini adalah penyakit yang berdampak pada saluran nafas, yang menyebabkan infeksi saluran nafas ringan sampai sedang, meskipun ada pula beberapa kasus yang parah. 

“Angka atau case fatality rate sampai 35%, cukup tinggi sebenarnya. Ini penyebabnya karena Corona Virus, satu keluarga dengan Covid-19,” ungkapnya. 

Gejala MERS

Dicky mengatakan, beberapa gejala dari MERS yang umumnya ringan sedang bahkan tidak bergejala. Namun, umumnya gejala yang terjadi dimulai antara 1 sampai 2 minggu setelah infeksi atau paling cepat 5 hari setelah terekspos virus. 

BACA JUGA:   Wasit Dipukul Jatuh Presiden Klub, Liga Turki Langsung Disetop

Adapun, gejala yang umum adalah demam seperti flu atau flu like syndrome seperti:

1. Demam

2. Menggigil

3. Batuk

4. Nyeri tenggorokan

5. Hidung berair

6. Kesulitan bernapas

Selain itu, pada beberapa kasus namun sangat jarang, adalah batuk berdarah disertai nyeri dada, dan juga keluhan pencernaan seperti diare atau mual, muntah. 

Pencegahan Penularan MERS

Dicky menjelaskan, penularannya bisa terjadi ketika seseorang kontak dengan hewan, khususnya unta. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi penularan antar manusia yang terpapar oleh virus tersebut. 

Oleh karena itu, cara mencegahnya berkaitan dengan ibadah haji antara lain dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker, rajin mencuci tangan.

“Kemudian juga jangan biasakan memegang mata, hidung, atau mulut. Kalau mau pegang usahakan cuci tangan dulu, apalagi kalau ada diajak ke peternakan unta, ya sebaiknya jangan memegang hewan, jangan minum susu unta yang belum dipasteurisasi. Ini bukan imbauan lagi malah, saya larang,” tegasnya. 

BACA JUGA:   Video Anak Dede Yusuf Peluk Cium Pusara Kekasihnya, Ternyata Pernah Berencana Mati Bersama

Selain itu, Dicky juga mengimbau para jamaah haji agar memperhatikan asupan makanan, agar hati-hati saat makan daging unta, pastikan harus betul-betul termasak dengan baik. 

Selanjutnya, isolasi orang yang sakit, jangan membiasakan berbagi alat makan dan minum, membersihkan alat makan dan minum, dan jangan sembarangan memegang barang yang ada di tempat umum seperti gagang pintu atau pegangan eskalator.

Kemudian, jangan lupa untuk tetap menjaga kesehatan, banyak minum air putih, istirahat, dan makan makanan bergizi. Selalu segera melapor apabila kondisi tubuh kurang baik kepada  tenaga kesehatan, serta dengarkan petunjuk dan arahan petugas kesehatan sepanjang perjalanan haji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google
News
dan WA Channel



Source link

BERITA TERKAIT
spot_img

BERITA POPULER