Saturday, August 30, 2025
Google search engine
HomeInternasionalAS Janji Dukung Israel Bila Perang Besar dengan Hizbullah

AS Janji Dukung Israel Bila Perang Besar dengan Hizbullah




Jakarta, CNN Indonesia

Amerika SerikatĀ (AS) menekankan siap mendukungĀ Israel bila terjadi perang besar-besaran dengan Hizbullah. Jaminan dukungan itu datang di tengah ‘pertikaian’ pemerintahan Biden dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Mengutip CNN, Sabtu (22/6), dukungan itu secara resmi disampaikan melalui pejabat senior AS kepada pejabat tinggi Israel yang datang ke Washington. Sedangkan, kelompok Hizbullah didukung oleh Iran.

Sebelumnya, Netanyahu memang secara terbuka menuduh AS menahan kiriman pasokan senjata dan amunisi untuk mereka. Sehingga, terjadi ketegangan antara kedua sekutu ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BACA JUGA:   Senator AS Dukung Perintah ICC Tangkap Benjamin Netanyahu

Namun, ketika membahas masalah dengan Hizbullah, pemerintahan Biden akan menawarkan bantuan keamanan yang dibutuhkan Israel, meskipun AS tidak akan mengerahkan pasukan Amerika ke langsung.

Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, provokasi Hizbullah terhadap Negeri Yahudi itu terus berlanjut dan meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Pemerintahan Biden telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak ingin melihat perang lagi terjadi di wilayah utara Israel, dan mendesak deeskalasi diplomatik.

Minggu ini, utusan AS Amos Hochstein dikirim ke wilayah tersebut untuk mencoba membantu meredakan konflik. Namun, dengan berlanjutnya serangan Hizbullah melintasi perbatasan ke Israel tanpa adanya gencatan senjata dalam perang Israel-Hamas, para pejabat AS semakin waspada terhadap pecahnya konflik besar-besaran di wilayah tersebut.

BACA JUGA:   Pejabat AS: Israel Akan Fokus Serang Pusat Militer dan Energi Iran

Jika Hizbullah memperluas skala serangannya terhadap Israel secara signifikan dan mengakibatkan kematian warga Israel, para pejabat AS memperkirakan pasukan Netanyahu akan merespons dengan kekuatan penuh.

Dalam pertemuan minggu ini, para pejabat AS dan Israel membahas kemungkinan ‘jalan keluar’ untuk mencoba menurunkan suhu di sepanjang Garis Biru yang memisahkan Lebanon dan Israel, kata pejabat senior pemerintah.

Pembicaraan tersebut membahas cara memulangkan warga Israel dan Lebanon yang mengungsi dari perbatasan kembali ke rumah mereka.

(ldy/agt)


BACA JUGA:   Penumpang Singapore Airlines saat Turbulensi: Orang Terlempar di Kabin





Source link

BERITA TERKAIT

BERITA POPULER