KBRI Astana, Kazakhstan kembali menghadirkan rangkaian promosi budaya sehari setelah suksesnya penyelenggaraan ASEAN Summer Festival, melalui Workshop Pencak Silat yang digelar di Pusat Budaya Indonesia, Astana pada 24 Agustus 2025.
Acara kolaborasi KBRI Astana dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menjadi bagian dari perayaan 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus 32 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kazakhstan.
Workshop pencak silat tersebut dipimpin langsung oleh seniman, pesilat, sekaligus aktor internasional, Cecep Arif Rahman, yang diikuti lebih dari 150 peserta, mulai dari anak berusia 6 tahun hingga peserta berusia 84 tahun.
Popularitas Pencak Silat Indonesia telah tersebar luas di Belanda, Jerman, Italia, Amerika Serikat, dan Jepang. Hingga 2019, tercatat lebih dari 70 negara di dunia mempraktikkan Silat sebagai olah raga, sementara Pencak Silat tradisional digunakan oleh sekitar 140 negara sebagai dasar bela diri.
Di Kazakhstan, Pencak Silat juga telah mengalami kemajuan yang pesat dan diakui resmi oleh Komite Olimpiade Nasional di negara kawasan Asia Tengah, Kazakhstan sebagai salah satu cabang ilmu bela diri sejak 2019.
Sekretaris Duta Besar Republik Indonesia untuk Kazakhstan dan Tajikistan Fadjroel Rachman, Andi Zulkarnain mengatakan ketika ia berkenalan dengan orang-orang di Kazakhstan, mereka selalu menyebut dua hal terkait Indonesia yaitu “Bali dan The Raid” film yang mempertontonkan bela diri pencak silat. “Atas nama itulah, kami mendatangkan ‘bintangnya’ ke sini. Sebab diplomasi adalah ‘seni menghadirkan yang disukai’,” ujar Zulkarnain dilansir dari Antara, Jumat 22 Agustus 2025.
Acara Workshop Pencak Silat itu yang dihadiri Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, Fadjroel Rachman, Sekretaris Dirjen Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Insan Abdirrohman, serta Wakil Presiden Asosiasi Pencak Silat Republik Kazakhstan, Saken Nariman.
Dubes Fadjroel menekankan bahwa pencak silat tidak hanya seni bela diri, melainkan juga simbol nilai budaya Indonesia yang menjunjung sportivitas, persahabatan, dan perdamaian. Disusul dengan dukungan yang diberikan Body Protector Silat dan Buku Pencak Silat dari Kementerian Kebudayaan, Insan Abdirrohman kepada Asosiasi Pencak Silat Kazakhstan sebagai dukungan kuat RI kepada perkembangan Pencak Silat di Kazakhstan.Â
Pada kesempatan yang sama, Tim Bestarmak Club dari Federasi Astana yang dipimpin oleh Bapak Zhannat Tuyakbaev juga menyerahkan cinderamata kepada tim pesilat Indonesia yang dipimpin Kang Cecep sebagai simbol persahabatan dan apresiasi atas kolaborasi budaya yang terjalin erat.
Profil Cecep Arif Rahman
Dilansir dari IMDB, pesilat dan aktor Cecep Arif Rahman kelahiran 18 Agustus 1972 di Kabupaten Garut tersebut, selain film The Raid 2, juga telah main di berbagai film, bahkan yang berskala internasional.
Setelah sukses berperan dalam The Raid 2 pada 2014, Cecep juga berperan di film Alif, Lam, Mim dan Skakmat pada 2015. Pada tahun yang sama, Cecep pun tampil di film Star Wars: Episode VII – The Force Awakens.
Setelahnya, di tahun 2016, ia tampil dalam tiga film sekaligus, yakni Pre Vis Action sebagai Assassin, Iseng sebagai John, Juara sebagai Kobar. Tidak hanya itu, Cecep juga tampil dalam short movie The Gate sebagai Rafael dan O: Ther Organization.
Pada 2018, Cecep tampil dalam film 212 Warrior sebagai bajak laut bagaspati. Setahun kemudian, menjadi tahun terbaik bagi Cecep. Selain berperan dalam TV Series Strike Back sebagai Jericho dan film KL Vampires sebagai Rudi Hikayat, Cecep juga tampil dalam dua film besar yakni Gundala dan John Wick: Parabellum. Pada film John Wick, Cecep bahkan adu beladiri dengan bintang utama John Wick, Keanu Reeves.
Pada 2021, Cecep ARif Rahman main sebagai Ki Jempes dalam film Vengeance Is Mine, All Others Pay Cash. Ditahun berikutnya, Cecep berperan dalam tiga film sekaligus yakni Satria Dewa: Gatotkaca sebagai Pandega, Qodrat sebagai Rochim serta film Mendarat Darurat. Pada 2025 Cecep juga telah tampil dalam satu film yakni Qodrat 2.