Bisnis.com, JAKARTA – Sebagai seorang pengusaha, Elon Musk telah berkecimpung di dunia bisnis selama tiga dekade. Sebagai orang terkaya di dunia, kekayaan bersihnya mencapai US$482 miliar per 15 Oktober 2025, menurut Forbes.
Perjalanan bisnisnya tidaklah instan. Alih-alih langsung meraup keuntungan besar pertamanya, Musk banyak berinvestasi dalam membangun berbagai perusahaan baru.
Meskipun saat ini diketahui paling utama bersumber dari Tesla, Musk telah membangun tujuh perusahaan berikut ini
1. Zip2
Pada tahun 1995, Musk dan saudaranya, Kimbal, meluncurkan Zip2 dengan modal US$28.000 dari ayah mereka. Perusahaan ini membuat panduan kota yang bisa diakses secara daring untuk penerbit surat kabar.
Mereka kemudian menjual Zip2 ke Compaq seharga US$307 juta pada tahun 1999. Musk sendiri mendapatkan US$22 juta dari penjualan tersebut
2. PayPal
Menurut Time, Musk menginvestasikan sebagian keuntungan Zip2-nya untuk mendirikan bank daring yang diberi nama X.com. Setahun kemudian, bank daring tersebut bergabung dengan perusahaan perangkat lunak Confinity dan berubah nama menjadi PayPal.
Pada tahun 2002, eBay membeli PayPal dengan nilai transaksi saham sebesar US$1,5 miliar. Sebagai pemegang saham terbesar perusahaan, Musk mendapatkan US$165 juta.Â
3. SpaceX
Sebagai perusahaan kedirgantaraan, Musk mendirikan SpaceX pada tahun 2002. Perusahaan ini telah menyelesaikan 555 misi luar angkasa, 516 pendaratan, dan 480 penerbangan ulang, menurut situs web perusahaan.
Starlink, layanan internet berkecepatan tinggi yang ditawarkan di seluruh dunia, juga berfungsi sebagai anak perusahaan. SpaceX dimiliki secara pribadi, tetapi bernilai US$400 miliar.Â
4. Tesla
Didirikan pada tahun 2003, Musk adalah salah satu pendiri produsen mobil listrik Tesla. Dia telah menjadi anggota dewan direksi Tesla sejak April 2004 dan CEO sejak Oktober 2008.
Tesla melantai di bursa pada 29 Juni 2010, dengan harga IPO US$17 per saham. Harga ini meningkat drastis menjadi US$435,90 per saham pada 13 Oktober.
5. Neuralink
Didirikan oleh Musk pada tahun 2016, Neuralink adalah perusahaan neuroteknologi yang menciptakan antarmuka otak-komputer implan.Â
Perusahaan ini dirancang untuk membantu penyandang disabilitas, dalam uji klinis, orang-orang menggunakan perangkat Neuralink untuk mengendalikan komputer dan lengan robot dengan pikiran.
Neuralink saat ini merupakan perusahaan swasta. Namun, valuasinya mencapai US$9 miliar pada Mei 2025, sehingga Musk bisa menjadi jauh lebih kaya jika dia memutuskan untuk melantai di bursa.
6. The Boring Company
Sebuah firma teknik sipil, The Boring Company, didirikan oleh Musk pada tahun 2017. Perusahaan ini telah menyelesaikan berbagai proyek di California, Texas, dan Las Vegas, termasuk Las Vegas Convention Center Loop, sistem transportasi tiga stasiun dengan total terowongan sepanjang 1,7 mil.
Boring Company merupakan perusahaan swasta, tetapi telah mengumpulkan lebih dari US$900 juta pendanaan. Jika Musk menjadikan perusahaan tersebut go public di masa mendatang, kekayaan bersihnya kemungkinan akan melonjak lebih tinggi lagi.
7. xAI
Pada tahun 2023, Musk mendirikan xAI, sebuah perusahaan kecerdasan buatan. Produk utama perusahaan ini adalah chatbot bernama Grok.
Dengan kesepakatan saham penuh, xAI membeli platform media sosial Musk, X, seharga US$45 miliar termasuk utang sebesar US$12 miliar pada Maret 2025, menurut Reuters. Perusahaan ini kini bernilai US$80 miliar.

